Sleman Buka RS Darurat COVID-19 untuk Pasien Gejala Sedang

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 13:32 WIB
Fasilitas RS Respati sebagai RS darurat COVID-19 di Sleman
Fasilitas RS Respati sebagai RS darurat COVID-19 di Sleman. (Foto: dok Humas Pemkab Sleman)
Sleman -

Pemkab Sleman resmi mengoperasionalkan Rumah Sakit (RS) Respati sebagai RS Darurat COVID-19 mulai hari ini. RS darurat ini dikhususkan untuk pasien positif Corona dengan gejala sedang.

"Masih tingginya penularan (Corona) dan tingginya kebutuhan layanan kesehatan perawatan di RS menjadi tuntutan Pemkab untuk melakukan langkah-langkah strategis di antaranya dengan menyiapkan RS Darurat COVID-19," kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, kepada wartawan, Senin (19/7/2021).

Kustini menjelaskan dalam tahap awal, RS Darurat tersebut menyediakan sebanyak 50 tempat tidur pasien. Di RS Darurat tersebut juga terdapat lima dokter umum dan dua dokter spesialis, yakni spesialis paru dan spesialis penyakit dalam.

"Pemkab juga didukung oleh tenaga perawat, apoteker, rekam medis, dan tenaga pendukung lainnya. Selain layanan tempat rawat inap, tersedia pula instalasi gawat darurat khusus COVID-19 untuk menetapkan status pasien masuk kategori sedang atau berat," jelas Kustini.

Adapun teknis bagi pasien yang masuk ke RS Darurat ini yakni mendapat rujukan dari fasilitas kesehatan pertama atau Puskesmas dan termasuk dalam pasien kategori sedang. Kemudian pasien dapat diterima untuk melakukan perawatan di RS Darurat COVID-19.

Sementara untuk pasien dengan gejala berat yang membutuhkan penanganan lanjutan maka akan dirujuk segera ke rumah sakit rujukan COVID-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo menuturkan bahwa RS Darurat ini telah disiapkan selama tiga minggu. Disiapkannya RS Darurat ini sebagai langkah adanya kondisi Bed Occupancy Ratio (BOR) yang tinggi sehingga terdapat kekurangan bed bagi pasien.

Joko menyebut kapasitas RS darurat ini bisa menampung 100 bed. Namun, untuk tahap awal baru disiapkan 50 bed. "Terdapat 100 bed yang telah siap digunakan, akan tetapi pada tahapan awal disiapkan 50 bed dengan menyesuaikan ketersediaan SDM kesehatan," pungkasnya.

simak juga video 'Sejumlah Media Asing Soroti Lonjakan Kasus COVID-19 di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/sip)