Tugu Ini Dibuat dari Arca Lingga Peninggalan Purbakala, Kok Diperbolehkan?

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 17:40 WIB
tugu dengan puncak arca lingga di klaten
Foto: Achmad Syauqi/detikcomTugu dengan puncak arca lingga di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Sebuah tugu berdiri di simpang empat Dusun Metuk, Desa Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah. Tugu yang dicat warna-warni itu puncaknya adalah batu arca lingga asli benda purbakala. Kok diperbolehkan ya?

"Iya itu lingga asli dari batu andesit. Memang batu andesit yang di perempatan Desa Metuk tersebut," ungkap Pamong Budaya Madya Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Deni Wahyu Hidayat pada detikcom Minggu (18/7/2021) siang.

Deni menjelaskan keberadaan tugu yang puncaknya berbentuk lingga pemujaan itu pernah dicek BPCB. Lingga tersebut jenis lingga biasa. "Jenisnya lingga biasa, bukan lingga patok wilayah atau bangunan. Saya pernah ke Desa Metuk dan tugu lingga itu pernah dicat merah putih," lanjut Deni.

Menurut Deni, keberadaan lingga tersebut tidak disertai batu yoni. Sebab memang tidak semua lingga selalu berpasangan dengan yoni. "Tidak selalu ditemukan bersama yoni. Dulu warga siap merawatnya tetapi sebenarnya tidak perlu dicat ," lanjut Deni.

Parlan (70) warga Dusun Metuk Lor, Desa Tegalyoso, mengatakan saat dirinya masih muda ingat benar batu di tugu itu. Batu lingga tersebut ditemukan di sawah.

"Batu itu dulu ditemukan di sawah saat hendak ditanam padi, dibajak ditemukan batu itu. Batu ditemukan tahun 1975 di sawah timur dusun," papar Parlan kepada detikcom di rumahnya.

Dituturkan Parlan, setelah terantuk bajak dan digali warga dibawa ke dusun. Pernah dicek petugas cagar budaya tapi tidak dibawa. "Dulu dicek (petugas) cagar budaya juga. Pemasangan tugu untuk tenger (peringatan) muda mudi dan saya ingat pemasangan tanggal 26 Juni 1976," sambung Parlan.

Baca juga: Tips Merobohkan Sapi Kurban Sendirian, Tanpa Bikin Kerumunan
Sebelum digunakan untuk puncak tugu, imbuh Parlan, batu itu diletakkan di simpang empat dusun. Saat mau dipasang dibawa dengan gerobak.

"Dibawa ke lokasi dengan gerobak. Tidak ada tulisannya tapi ada ukiran garis huruf U dan dulu warnanya hitam sebelum dicat warna warni," papar Parlan.

Selanjutnya: pernah jatuh ditabrak truk

Simak juga 'Kisah Arca Joko Dolog yang Gagal ke Negeri Belanda':

[Gambas:Video 20detik]