Lonjakan Drastis COVID-19 di Solo! Hari Ini Tambah 544 Kasus Positif

ADVERTISEMENT

Lonjakan Drastis COVID-19 di Solo! Hari Ini Tambah 544 Kasus Positif

Ari Purnomo - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 21:47 WIB
Update Corona Hari Ini: Pecah Rekor Lagi-Persiapan Skenario Terburuk
Ilustrasi kasus virus Corona atau COVID-19 (Foto: Getty Images/loops7)
Solo -

Lonjakan kasus virus Corona atau COVID-19 terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah. Hari ini terdapat tambahan 544 kasus positif COVID-19, meningkat jika dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat 331 kasus.

Berdasarkan data dari Pemkot Solo, dengan tambahan kasus baru hari ini, total jumlah kasus positif Corona di Solo mencapai 18.979. Rinciannya adalah 14.349 kasus sembuh, 3.598 orang isolasi mandiri, 283 perawatan, dan 748 meninggal dunia.

Terkait dengan melonjaknya kasus COVID-19 ini, Ketua Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Solo, Ahyani, menyampaikan bahwa temuan itu karena tracing yang dilakukan.

"Nanti kalau sedikit tidak di-tracing, tidak apa-apa dikuatkan tracing. Supaya bisa dikelola dan tidak menular ke yang lain," kata Ahyani kepada wartawan melalui Zoom, Kamis (15/7/2021).

Dengan tracing dan diketahui positif terpapar virus Corona maka potensi penyebaran ke orang lain bisa semakin ditekan. Hal ini karena setelah diketahui positif maka bisa segera dilakukan tindakan yang lebih tepat dan mencegah penularan.

"Biar tidak menular ke mana-mana. (kasus ini) Jangan menciptakan fenomena gunung es, banyak yang terpapar dan parah," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Solo Siti Wahyuningsih menjelaskan bahwa dari temuan kasus baru tersebut mayoritas dari hasil swab antigen.

"Dua per tiga kasus kita dari swab antigen, ini deteksi lebih awal. Sebab bisa dilakukan Puskesmas," kata Siti.

Perempuan yang akrab dipanggil Ning itu menambahkan, nantinya dari hasil tes antigen diketahui mengarah ke positif COVID-19 maka akan dilakukan tindakan lebih lanjut.

"Kalau ada pasien dan ke arah COVID-19 langsung dites, baik PCR dan mandiri. Antigen ini juga jadi penegakan diagnosa sesuai standar WHO," kata dia.

Ning juga berpesan, dengan adanya varian Delta ini maka masyarakat diminta untuk lebih ketat menjalankan protokol kesehatan.

"Sudah ada varian Delta, intinya apapun variannya protokol kesehatan itu harga mati masyarakat jangan menyepelekan terhadap kasus COVID-19 ini. Tetap patuh prokes, pemerintah pasti akan berbuat yang terbaik untuk rakyatnya," pungkasnya.

(rih/mbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT