ADVERTISEMENT

Bumil COVID di Klaten Melahirkan di Halaman Rumah Bidan Gegara RS Penuh

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 20:15 WIB
Ibu hamil positif COVID di Klaten melahirkan di halaman rumah bidan desa gegara rumah sakit penuh, Selasa(13/7//2021)
Ibu hamil positif COVID di Klaten melahirkan di halaman rumah bidan desa gegara rumah sakit penuh (Foto: dok.Ist)
Klaten -

Seorang ibu hamil (bumil) berinisial MR, warga Desa Basin, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Jawa Tengah, melahirkan di halaman rumah seorang bidan gara-gara bed rumah sakit penuh. Bumil tersebut dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19 dari hasil tes antigen dan termasuk pasien berisiko tinggi.

"Positif dari antigen sejak awal. Setelah melahirkan tidak dibawa pulang dan hari ini tadi diputuskan isolasi di balai desa," ujar Kades Basin, Mustofa Kamal, saat dihubungi via telepon, Kamis (15/7/2021).

Mustofa mengatakan ibu hamil ini diisolasi di balai desa karena rumah yang bersangkutan tidak mendukung dilakukan isolasi mandiri. Untuk mengurangi kontak dengan orang lain, ibu dan bayinya itu diisolasi bersama keluarganya.

"Jadi isolasi bersama semua keluarga. Bayinya dan ibunya semua sehat," lanjut Mustofa.

Cerita Bidan yang Menangani Persalinan

"Iya betul (melahirkan di halaman). Pasien sebenarnya sudah sejak awal diberi rujukan agar ke RS tetapi memilih ke bidan," terang bidan desa Malangjwan, Semi Ota Priyani, pada detikcom, hari ini.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (13/7) lalu di halaman rumah bidan Desa Malangjwan, Kecamatan Kebonarum. Bumil itu memiliki penyakit penyerta diabetes dan darah tinggi sehingga harus mendapatkan perawatan di pelayanan obstetri neonatal emergency komprehensif (PONEK).

"Sebetulnya itu bumil risiko tinggi (resti) dengan diabetes dan hipertensi. Harusnya di PONEK RS," tutur Semi.

Dengan kondisi tersebut, ibu hamil itu diarahkan untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun, saat dihubungi via telepon semua rumah sakit mengaku penuh.

"Tapi karena telepon RS semua penuh dan saat menunggu ambulans belum datang keburu lahir. Alhamdulillah ibu, bayi dan yang menolong semua selamat," papar Semi.

Semi menerangkan bayi perempuan itu lahir dengan bobot 2,9 kg dan panjang 47 cm. "Cewek BB 2.900 (gram) dan PB 47. Tadi saya kunjungi belum diberi nama tapi sehat," terang Semi.

Semi menerangkan dirinya juga menjalani isolasi mandiri usai menangani persalinan ibu hamil tersebut. Dia pun meluruskan kabar yang beredar soal ibu itu melahirkan di jalan.

"Setelah itu saya harus isoman beberapa hari menunggu hasil swab dan alhamdulillah saya negatif. Jadi tidak ada yang melahirkan di jalan," tutur Semi.

Terpisah, Camat Kebonarum, Mudzakir, menuturkan yang bersangkutan sudah dirujuk ke rumah sakit. Namun karena bed penuh, ibu hamil positif Corona itu dirujuk ke bidan desa.

"Jadi perginya ke bidan desa karena RS penuh. Saat dari bidan mau dibawa ke RS karena risiko tinggi malah melahirkan," jelas Mudzakir pada detikcom.

Lihat juga video 'Detik-detik Evakuasi Ibu Melahirkan di Dalam Bus Asal Sumedang':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT