Berawal dari Saling Ejek di TikTok, Pemuda Dikeroyok-Dibacok di Sleman

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 13:23 WIB
Polisi menunjukkan senjata yang digunakan untuk menganiaya korban IR. Penganiayaan ini bermula dari saling ejek di TikTok.
Polisi menunjukkan senjata yang digunakan untuk menganiaya korban IR (25). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Seorang pemuda berinisial IR (25) warga Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami luka parah akibat dianiaya. Mirisnya, pelaku penganiayaan sebagian besar masih di bawah umur dan berstatus pelajar.

Kapolsek Depok Barat AKP Amin Ruwito menyebut kasus ini bermula saat pelaku melihat unggahan di TikTok korban pada Selasa (13/7). Pelaku yang merasa tersinggung dengan postingan tersebut kemudian berbalas komentar hingga akhirnya saling tantang.

"Mereka kontak itu di TikTok itu menggunakan fasilitas komentar itu. Unggahan sudah dihapus. Kemudian lanjut saling tantang di media WhatsApp dan kemudian ada kesepakatan untuk bertemu dan berkelahi di depan Lippo Mall Jalan Laksda Adi Sucipto, Gondokusuman Yogyakarta," kata Amin saat rilis kasus di Mapolsek Depok Barat, Kamis (15/7/2021).

Rombongan korban dan pelaku yang berjumlah sekitar 10 orang kemudian bertemu pada Rabu (14/7) dini hari pukul 03.00 WIB. Pelaku langsung berteriak dan menyerang korban.

"Pelaku menyerang korban dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit dan kemudian yang lain memukul menggunakan tangan kosong. Akhirnya mengakibatkan korban mengalami luka sobek pada pergelangan tangan kanan dan memar pada bagian punggung," ucapnya.

Tak lama setelah kejadian, pelaku berhasil diamankan. Adapun pelaku yang ditahan berinisial MDC (19) dan MYNI (19) keduanya warga Kota Yogyakarta. Sementara pelaku yang masih di bawah umur yakni FRA (13), MAN (17), AGA (15), ABS (16), dan MMA (17) semuanya warga Bantul.

"Ditangkap 1 (orang) di TKP, lalu ada yang di Prawirotaman, Kota (Yogyakarta), lalu sisanya ditangkap di rumah teman-temannya," ungkapnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan celurit, pedang, gesper, dan gir. Selain itu polisi mengamankan 4 unit sepeda motor.

"Motif pelaku sebenarnya karena terjadi kesalahpahaman, karena mungkin mereka masih anak-anak muda," ungkapnya.

Terhadap dua pelaku penganiayaan berusia dewasa, polisi menjerat dengan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP. Keduanya terancam hukuman 5 tahun Penjara.

"Kedua pelaku MDC dan MYNI dijerat dengan Pasal 170 KUHPidana dan atau Pasal 351 KUHPidana, ancaman 5 tahun penjara," tegas Amin.

(ams/sip)