Tak Hanya Tol, Pintu Masuk Jateng di Pantura Brebes Juga Bakal Ditutup

Imam Suripto - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 18:24 WIB
Suasana exit tol Brebes Timur, Rabu (14/7/2021).
Suasana exit tol Brebes Timur, Rabu (14/7/2021). Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes -

Tak hanya tol, pintu masuk Jawa Tengah melalui jalur pantura di Kabupaten Brebes juga akan ditutup mulai Jumat (16/7). Ada tiga titik yang akan ditutup dan dijaga oleh petugas untuk menghalau masuknya kendaraan dari arah barat maupun timur.

Tiga titik itu adalah pertigaan pintu Tol Brebes Timur, pertigaan Tol Brebes Barat dan di Desa Kecipir, Kecamatan Losari.

"Di jalur pantura ada tiga titik yang ditutup. Pertama di pertigaan exit Brebes Timur, kemudian Brebes Barat dan Desa Kecipir," kata Kasat Lantas Polres Brebes AKP Putri Noer Cholifa, Rabu (14/7/2021).

Penutupan di pertigaan tol Brebes Timur untuk menghalau kendaraan dari arah timur yang akan menuju barat (Brebes). Selain itu juga kendaraan dari tol yang akan keluar di Brebes Timur akan diputar balik di lokasi ini.

Putri melanjutkan, kendaraan yang akan keluar di Brebes Barat dari arah timur maupun barat akan dihalau di pos pertigaan Brebes Barat, Desa Klampok. Sedangkan kendaraan dari arah barat yang akan masuk Jateng melalui pantura akan dihadang di pos yang ada di Desa Kecipir, Losari.

Dengan penutupan semua pintu masuk itu, lanjutnya, semua kendaraan tidak ada yang masuk Jateng melalui Brebes. Kendaraan yang masuk melalui pantura akan diputar balik.

"Sama seperti di tol, di pantura juga kami berlakukan sama, jadi ada penutupan jalur pantura. Jadi mohon kepada warga masyarakat, agar tetap berada di rumah. Tidak usah keluar keluar dulu," pintanya.

Selama penutupan ini, hanya kendaraan tertentu yang diperbolehkan melintas. Mereka adalah golongan esensial dan kritikal, itu pun harus menunjukkan surat rekomendasi.

Selain itu di tiap pos jalur masuk, akan dijaga oleh petugas. Mereka akan mengawasi dan menentukan kendaraan yang boleh melintas masuk.

"Hanya kendaraan kendaraan esensial dan kritikal yang boleh melintasi jalur tersebut. Termasuk buruh, apabila itu buruh, harus diketahui karyawan pabrik mana dan harus memiliki keterangan apakah karyawan tersebut masuk dalam 50 persen dari esensial," terang Putri.

(rih/ams)