Kuburkan Peti Mati yang Ternyata Kosong, Tim COVID Klaten: Gede dan Berat

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 20:58 WIB
Peti mati kosong yang dikuburkan di Dusun Ngasem, Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Klaten.
Peti mati kosong yang dikuburkan di Dusun Ngasem, Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Klaten (Foto: dok. Satgas COVID-19)
Klaten -

Tim kubur cepat protokol COVID-19 di Kecamatan Polanharjo, Klaten, menguburkan sebuah peti mati kosong. Berikut ini penuturan tim kubur.

"Kita juga tidak bisa bedakan itu peti kosong atau tidak. Soalnya maaf, model petinya gede dan berat," kata Ketua Tim Kubur Cepat Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Yudi Kusnandar, kepada detikcom, Senin (12/7/2021).

Yudi yang juga Kades Karanglo ini mengatakan, awalnya pihaknya mendapatkan kabar salah satu warganya meninggal di sebuah rumah sakit di Solo. Kemudian pemakaman dilakukan pada Minggu (11/7).

"Dapat kabar warga saya meninggal kita siapkan tim, kita makamkan sampai selesai. Setelah itu kita makamkan lagi warga lainnya," jelas Yudi.

Setelah pemakaman kedua selesai, sambung Yudi, ada pemberitahuan dari pihak rumah sakit bahwa peti yang dimakamkan kosong. Akhirnya tim kubur pun membongkar makam.

"Akhirnya tadi pagi setelah dibongkar kosong. Jadi tidak kelihatan itu kosong atau isi sebab petinya saat diangkat juga berat," ungkap Yudi.

"Akhirnya tadi pagi kita bongkar. Terus dari RS dikirim balik peti yang berisi jenazah warga yang isi," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, tim kubur cepat protokol COVID-19 di Kecamatan Polanharjo, Klaten, dikabarkan menguburkan sebuah peti mati kosong. Makam yang terlanjur jadi pun dibongkar lagi karena peti tersebut kosong.

"Betul ada kejadian itu (penguburan peti kosong). Kejadiannya bermula pada Minggu (11/7) malam," ungkap Camat Polanharjo yang sekaligus Ketua Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kecamatan Polanharjo, Joko Handoyo, kepada detikcom, Senin (12/7).

Joko menyebut peristiwa itu berawal saat ada kabar warga Desa Karanglo berinisial PW meninggal di rumah sakit. Almarhum meninggal di salah satu RS di Kota Solo.

"Meninggalnya di RS di Solo Minggu siang. Kita siapkan Tim Kubur dengan protokol COVID-19 sebagaimana mestinya," lanjut Joko.

Joko menyebut prosesi pemakaman pun dimulai pukul 18.30 WIB sampai selesai. Tak diduga, setelah selesai menguburkan peti mati itu di makam Dusun Ngasem, Desa Karanglo, Polanharjo, pihak tim kubur mendapatkan telepon dari pihak rumah sakit.

"Tengah malam ada pemberitahuan dari RS jika peti yang dikuburkan kosong. Diketahui kosong saat petugas RS kaget karena jenazah masih di RS tapi petinya sudah dikirim ke Polanharjo," terang Joko.

Setelah mendapatkan kabar tersebut, tim akhirnya membongkar makam pada Senin (12/7) pagi tadi. Saat dibongkar peti mati itu memang benar-benar kosong.

Joko mengungkap kekeliruan itu terjadi karena jenazah dibawa saat pergantian shift petugas di rumah sakit. Petugas yang baru masuk tidak mengetahui jika jenazah almarhum masih di rumah sakit.

"Ternyata penyebabnya karena ada pergantian shift tugas di RS. Tapi semua sudah selesai dan jenazah warga yang asli sudah dibawa pulang dan dimakamkan," pungkasnya.

(rih/mbr)