Terpopuler Sepekan

Geger Chat Mesum Minta Foto Payudara Peserta Vaksinasi di Boyolali

Ragil Ajiyanto - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 10:23 WIB
A young woman protects herself by hand
Ilustrasi pelecehan. (Foto: iStock)
Boyolali -

Pesan WhatsApp (WA) dari seseorang yang mengaku dari Puskesmas di Boyolali, Jawa Tengah kepada beberapa perempuan muda peserta vaksinasi Corona membuat geger dan viral di media sosial. Sebab pesan itu berpura-pura membutuhkan foto payudara untuk pemeriksaan pasca-vaksinasi.

Foto tangkapan layar rekaman percakapan WA yang mengaku pegawai dari Puskesmas Teras, Kabupaten Boyolali itu beredar pada awal pekan ini. Foto tangkapan layar percakapan WA tersebut diunggah di akun Instagram @info_cegatan_boyolali pada Minggu (4/7).

Disebutkan di unggahan tersebut, seorang peserta vaksin COVID-19 di Puskesmas Teras resah. Karena setelah vaksin, perempuan itu mendapat intimidasi melalui chat WA oleh oknum mengatasnamakan Puskesmas Teras.

Pelaku meminta foto-foto payudara korban dengan dalih pemantauan kesehatan untuk deteksi dini kanker. Akhirnya korban menanyakan ke Puskesmas Teras tentang hal tersebut. Kasus itu juga dilaporkan ke polisi.

"Pelaku seakan-akan dari Puskesmas dan menghubungi korban untuk cek fisik terkait pelayanan pasca vaksinasi. Tapi pada intinya korban itu justru disuruh foto bagian tubuh intimnya," kata Kapolsek Teras, AKP Agus Marjoko, kepada wartawan Senin (5/7).

Diketahui pelaku meminta foto-foto organ intim kepada perempuan yang telah mengikuti vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Teras. Pelaku berdalih, foto itu untuk pemeriksaan visual karena tidak bisa tatap muka akibat kasus COVID yang melonjak.

Agus menyatakan, pihaknya bersama Polres Boyolali sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku yang mengaku dari Puskesmas Teras tersebut. Penyelidikan kasus ini dilimpahkan ke Polres karena terkait teknologi informasi atau IT dan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

"Saat ini sedang kami lacak pelaku yang mengaku pegawai Puskesmas Teras itu," ujarnya.

Menurut dia, jumlah korban dalam kasus ini tidak hanya satu orang. Sejauh ini sudah ada dua orang yang melapor ke Polsek.

"Masyarakat harus lebih pandai dan selektif menerima informasi. Apalagi vaksinasi juga tidak ada pemeriksaan lanjutan seperti itu," imbaunya.


Kepala Puskesmas Teras menyatakan nomor itu bukan milik pegawainya...

Simak juga 'PPKM Darurat, 23 Titik Jalan di Boyolali Ini Ditutup':

[Gambas:Video 20detik]