Round-Up

Fakta di Balik 'Petugas Puskesmas' Minta Foto Payudara Peserta Vaksin

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 08:49 WIB
A young woman protects herself by hand
Ilustrasi (Foto: iStock)
Boyolali -

Foto tangkapan layar rekaman percakapan whatsapp (WA) yang mengaku pegawai dari Puskesmas Teras, Boyolali, Jateng, viral di media sosial. Pelaku meminta foto payudara dan bagian intim peserta vaksin COVID-19 dengan dalih pemantauan kesehatan.

"Pelaku seakan-akan dari Puskesmas dan menghubungi korban untuk cek fisik terkait pelayanan pasca vaksinasi. Tapi pada intinya korban itu justru disuruh foto bagian tubuh intimnya," kata Kapolsek Teras, AKP Agus Marjoko, kepada wartawan Senin (5/7/2021).

Agus menyatakan, pihaknya bersama Polres Boyolali saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku yang mengaku dari Puskesmas Teras tersebut. Pelaku meminta foto-foto organ intim kepada perempuan yang telah mengikuti vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Teras sebelumnya.

Pelaku berdalih, foto itu untuk pemeriksaan visual karena tidak bisa tatap muka akibat kasus COVID-19 yang melonjak. "Saat ini sedang kami lacak pelaku yang mengaku pegawai Puskesmas Teras itu," ujarnya.

Menurut dia, korban kasus tersebut tidak hanya satu orang. Sejauh ini sudah ada dua orang yang melapor ke Polsek. "Saat ini sudah ada dua orang yang mengadu dan melapor ke Polsek," imbuh dia.

"Masyarakat harus lebih pandai dan selektif menerima informasi. Apalagi vaksinasi juga tidak ada pemeriksaan lanjutan seperti itu," imbaunya.

Foto tangkapan layar chating WA tersebut diunggah di instagram akun @info_cegatan_boyolali pada Minggu (4/7/2021).

Disebutkan di unggahan tersebut, seorang peserta vaksin COVID-19 di Puskesmas Teras resah. Karena setelah vaksin, perempuan itu mendapat intimidasi melalui chat WA oleh oknum mengatasnamakan Puskesmas Teras.

Pelaku meminta foto-foto bagian intim korban dengan dalih pemantauan kesehatan untuk deteksi dini kanker. Akhirnya korban menanyakan ke Puskesmas Teras tentang hal tersebut.

Kepala Puskesmas Teras, Titik Fauziyati, dikonfirmasi wartawan menyatakan bahwa nomor HP yang menghubungi korban, bukan nomor kontak pegawainya. "Setelah kami kroscek itu bukan kontak (nomor HP) pegawai kami," kata Titik Fauziyati.

Dikemukakan Titik, korban memang mengikuti vaksinasi pada 26 Juni 2021 lalu di Puskesmas Teras. Kemudian pada Jumat korban menelepon pihak Puskesmas untuk menanyakan ada tidaknya pemantauan daring pasca vaksinasi.

"Kami jelaskan jika ada keluhan baru hubungi nomor itu yang tertera di kartu vaksinasi. Dari situ perempuan tadi langsung cerita kejadian tersebut," jelasnya.

Titik menegaskan program vaksinasi dijalankan sesuai petunjuk teknis (Juknis) Kemenkes RI, mulai dari proses skrining, vaksin dan edukasi. Pemeriksaan dilakukan ketika penerima vaksin ada keluhan dan menghubungi kontak yang di kartu vaksinasi.

Lihat juga Video: Saran Psikolog Bagi Para Korban Pelecehan Seksual

[Gambas:Video 20detik]




(mbr/mbr)