Seratusan Karyawan Pabrik di Prambanan Klaten Terpapar Corona

Seratusan Karyawan Pabrik di Prambanan Klaten Terpapar Corona

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 04 Jul 2021 18:32 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Ilustrasi kasus virus Corona atau COVID-19 (Foto: Getty Images/BlackJack3D)
Klaten -

Seratusan karyawan sebuah pabrik di Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, terpapar virus Corona atau COVID-19. Para karyawan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Plt Camat Prambanan, Puspo Enggar Hastuti, mengatakan bahwa jumlah karyawan pabrik yang kena Corona awalnya 54 orang. Kemudian setelah dilakukan tracing diketahui ada 118 karyawan yang positif.

"Pertama itu 54 orang, kemudian berkembang menjadi 118 orang setelah tracing," kata Puspo saat ditemui di pos perbatasan Prambanan, Klaten, Minggu (4/7/2021).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puspo menjelaskan, para karyawan yang positif itu berasal dari sejumlah daerah. Saat ini mereka menjalani isolasi mandiri.

"Karyawan yang rumahnya Klaten isolasi mandiri di rumah. Tapi mereka yang dari luar, karena ada yang dari Cibinong atau arah barat tetap isolasi mandiri dan itu tanggung jawab pabrik," ujarnya.

ADVERTISEMENT

"Hanya satu pabrik itu. Total karyawannya ada 1.700-an orang," imbuh Puspo.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Pemkab Klaten, Slamet Widodo, mengatakan bahwa di Klaten ada tiga perusahaan atau pabrik yang karyawannya terpapar Corona. Salah satunya adalah pabrik yang berada di Kecamatan Prambanan tersebut.

"Ada tiga pabrik, semuanya garmen. Kita bersama Satpol PP dan Satgas Kecamatan sudah kroscek tiga lokasi untuk melihat kesepakatan penanganannya," kata Slamet.

Sesuai kesepakatan, kata Slamet, khusus yang di Kecamatan Prambanan sudah bersedia menyediakan lokasi isolasi sendiri. Karyawan yang positif tidak diizinkan masuk kerja.

"Yang positif tidak masuk kerja. Untuk data pastinya kita sudah sampaikan format pelaporan pendataan untuk segera dilaporkan semua pabrik tentang karyawan yang positif," paparnya.

Sementara ini tidak ada penutupan kegiatan pabrik. Dinas masih menunggu perkembangan berkaitan dengan kebijakan PPKM Darurat.

"Tidak ada yang ditutup. Kita menunggu bagaimana kebijakan selanjutnya setelah PPKM ini," imbuh Slamet.

Simak juga 'Kasus COVID-19 di Purwakarta Melonjak, Disebabkan Klaster Industri':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads