Trenyuh! Ayah Meninggal Suspek Corona, Anak Ijab di Samping Ambulans

Andika Tarmy - detikNews
Minggu, 04 Jul 2021 17:29 WIB
Prosesi ijab kabul di samping ambulans di Karanganyar, Sabtu (3/7/2021).
Prosesi ijab kabul di samping ambulans di Karanganyar, Sabtu (3/7/2021). Foto: dok. Relawan Jatiyoso
Karanganyar -

Sepasang pengantin di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menjalani ijab kabul di kompleks pemakaman. Ijab kabul dilaksanakan di samping ambulans pembawa jenazah ayah pengantin putri yang meninggal dalam kondisi suspek virus Corona atau COVID-19.

Dalam rekaman video yang diterima detikcom, tampak prosesi ijab kabul ini dilakukan dengan menggelar tikar tepat di samping ambulans. Sepasang pengantin, saksi dan penghulu tampak duduk mengelilingi meja kecil.

Saat dikonfirmasi, Kepala BPBD Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto, membenarkan kejadian tersebut. Sundoro menyebut pihak yang meninggal adalah ayah dari pengantin wanita.

"Kami benarkan kejadian itu kemarin sore. Yang meninggal adalah ayah dari pengantin putri. Meninggal dalam kondisi suspek COVID," ujar Sundoro, saat ditemui detikcom di Kantor BPBD Karanganyar, Minggu (4/7/2021).

Sundoro menerangkan, mempelai putri merupakan warga Kecamatan Jatipuro, sementara mempelai pria adalah warga Kecamaran Jatiyoso. Prosesi ijab kabul itu dilakukan di pemakaman umum di Kecamatan Jatipuro.

"Terkait prosesi ijab, perlu kami jelaskan juga karena memang itu keinginan keluarga putri. Saat-saat terakhir mungkin ya, (menginginkan) untuk pernikahan disaksikan oleh bapak ibunya," jelas Sundoro.

Karena pemakaman menggunakan protokol COVID-19, lanjutnya, jenazah dibawa dari rumah sakit langsung menuju pemakaman. Kedua mempelai meminta waktu untuk melaksanakan ijab sebelum jenazah dimakamkan.

"Itu prosesi di kompleks pemakamannya. Karena jenazah dari rumah sakit tidak dibawa ke rumah duka, melainkan langsung menuju pemakaman," ungkapnya.

Permintaan kedua mempelai itu kemudian disetujui oleh petugas. Dengan syarat, pelaksanaan ijab kabul tetap berpedoman pada protokol kesehatan.

"Karena bapaknya meninggal otomatis permintaan itu kita setujui. Dengan catatan tetap dengan protokol kesehatan," kata Sundoro.

Usai ijab kabul selesai dilakukan, jenazah kemudian langsung dimakamkan. Sementara langkah antisipasi sudah dilakukan oleh pihak terkait.

"Sudah dilakukan tracing. Karena belum ada indikasi gejala disarankan untuk isolasi mandiri di rumah. Senin (5/7) besok rencananya akan dilakukan swab antigen," imbuh Sundoro.

Meninggalnya ayah mempelai putri ternyata hanya berjarak tiga hari dengan rencana ijab yang awalnya akan digelar Selasa (6/7) mendatang.

"Keluarga sudah merencanakan pernikahan, undangan sudah disebar. Namun ayah mempelai putri meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit di Wonogiri," ujar Ketua Relawan Jatiyoso, Edi Widodo, saat ditemui detikcom di kantor BPBD Karanganyar, Minggu (4/7).

Edi yang turut menjadi petugas pemakaman ayah mempelai putri ini mengatakan, ayah mempelai putri meninggal tiga hari sebelum hari H. Direncanakan, mempelai tersebut melaksanakan ijab kabul pada Selasa (4/7).

"Ijabnya diajukan, tiga hari sebelum hari H. Kalau tidak salah (rencana ijab) hari Selasa (6/7)," kata dia.

Ijab kabul tersebut, lanjut Edi, akhirnya digelar di kompleks pemakaman beberapa saat sebelum pelaksanaan pemakaman. Edi menyebut, pelaksanaan ijab kabul itu merupakan permintaan keluarga yang menghendaki ijab kabul dilakukan di hadapan jenazah orang tua mempelai.

"Setelah meninggal, kemudian dari pihak rumah sakit di Wonogiri koordinasi dengan tim BPBD Karanganyar terkait pemakaman. Kemudian sebelum pemakaman, pihak keluarga menghendaki untuk ijab kabul di pemakaman di hadapan jenazah ayahnya," jelasnya.

Edi menyebut, prosesi ijab kabul itu berlangsung sekitar 30 menit. Sebelumnya, pihak relawan telah melakukan sterilisasi lokasi ijab.

"Prosesi ijab kurang lebih setengah jam. Sebelumnya lokasi disterilisasi dulu oleh relawan Jatipuro bekerja sama dengan Jatiyoso," bebernya.

Prosesi ijab kabul itu sendiri, lanjut Edi, dilangsungkan di halaman makam. Sementara pihak yang hadir hanyalah keluarga mempelai pria dan wanita.

"Posisi jenazah tetap di dalam mobil ambulans. Setelah ijab selesai, jenazah kemudian dimakamkan," pungkasnya.

(rih/mbr)