Stok Tabung Oksigen Menipis, RSI Banjarnegara Sampai Dibantu Pedagang Ikan

Uje Hartono - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 17:19 WIB
Stok tabung oksigen di RSI Banjarnegara, Kamis (1/7/2021).
Stok tabung oksigen di RSI Banjarnegara, Kamis (1/7/2021). (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Kelangkaan stok oksigen dirasakan Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, Jawa Tengah, seiring meningkatnya kasus virus Corona atau COVID-19. Bahkan, pihak RSI Banjarnegara mengaku sampai minta tolong kepada pedagang ikan.

"Kami kehabisan stok oksigen. Kita sampai minta tolong dan bekerja sama dengan tukang-tukang ikan karena kami sentra ikan di Banjarnegara. Banyak sekali penjual ikan yang membantu kita," kata Direktur RSI Banjarnegara, Agus Ujianto, saat dihubungi detikcom, Kamis (1/7/2021).

Agus mengatakan, beberapa pedagang ikan yang dalam kegiatannya berjualan juga membutuhkan tabung oksigen ini, saat ini menjadi relawan kemanusiaan. Mereka rela ikut mencarikan stok tabung oksigen bukan untuk bisnisnya melainkan untuk kebutuhan rumah sakit.

"Semalam saya dapat informasi, dari teman-teman di sini, peternak ikan sampai mencarikan ke luar daerah, Cilacap, dan alhamdulillah dapat 17 tabung gas. Ini sangat luar biasa," ujarnya.

Ia menyebut, kebutuhan oksigen di RSI Banjarnegara sekitar 100 tabung per hari dengan kapasitas 50 bed isolasi pasien Corona. Ia berharap Banjarnegara mampu membuat oksigen yang dibutuhkan pada saat ini.

"Kelangkaan gas oksigen ini karena lonjakan pasien. Kalau ada pabrik khusus di Banjarnegara akan sangat membantu," katanya.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara Latifa Hesti membenarkan perihal kelangkaan tabung oksigen di rumah sakit. Namun, hal ini terjadi di hampir di semua daerah.

"Tidak hanya di Banjarnegara, semua daerah ada kelangkaan tabung oksigen. Kemarin rumah sakit PKU Muhammadiyah. Waktu itu langsung menghubungi distributor tabung oksigen," terang Latifa.

Ia meminta kepada semua rumah sakit untuk terus mengawasi stok tabung oksigen. Nantinya, jika pihak rumah sakit kesulitan memperoleh tabung oksigen, pihaknya siap membantu.

"Ayo awasi stok oksigen jangan sampai menipis. Kalau rumah sakit tidak berhasil, saya yang akan bantu," imbuhnya.

(sip/rih)