ADVERTISEMENT

299 Nakes di 3 RS Rujukan COVID Yogya Kena Corona, Pelayanan Terdampak!

Heri Susanto - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 12:49 WIB
Ilustrasi Tenaga Medis COVID-19
(Foto: Ilustrasi: Luthfy Syahban)
Yogyakarta -

Lonjakan kasus virus Corona atau COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama selama bulan Juni 2021 ini juga menimpa tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit (RS) rujukan. Total ada 299 nakes terinfeksi corona dari RS Panti Rapih, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dan RSUP Dr Sardjito.

Direktur Utama RS Panti Rapih, drg Vincentius Triputro Nugroho, menjelaskan ada 43 nakes di rumah sakit yang dipimpinnya yang terpapar virus Corona. Nakes tersebut terdiri dari dokter, perawat, maupun tenaga nonmedis.

"Total nakes yang terpapar Corona di tempat kami ada 43 nakes baik dokter, perawat, maupun nonmedis. Mereka ada yang menjalani isolasi di rumah sakit, di rumah sendiri, dan perawatan (di rumah sakit)," kata Triputro, saat jumpa pers dengan wartawan secara virtual, Senin (28/6/2021).

Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, dr Rukmono Siswishanto, menambahkan di RSUP Sardjito jumlah nakes yang positif Corona mencapai 203 orang. Rukmono menyebut kondisi ini membuat pelayanan di RSUP Dr Sadjito terganggu.

"Di Sardjito total nakes yang positif COVID-19 ada 203 nakes. Mereka ada dokter, perawat, dan nonmedis. Mayoritas memang nonmedis, terpapar dari keluarga maupun di tempat kerja. Tapi mayoritas memang dari keluarga, suami atau istri, ibu, yang memang sudah positif," kata Rukmono.

"Kami merekrut 143 nakes khususnya perawat. Tapi jumlah tersebut tidak bisa semuanya langsung bekerja di ruang-ruang COVID-19. Kemampuan SDM harus benar-benar ditingkatkan, kemudian rasionya berbeda dengan ruang non-COVID-19," lanjutnya.

Ia mengungkapkan, nakes juga harus mendapatkan pelatihan terlebih dahulu untuk merawat pasien Corona. Nakes tak sekedar menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap lantas langsung bisa merawat pasien khusus Corona.

"Karena harus memenuhi standar untuk seorang perawat bisa masuk ruang COVID-19 isolasi. Apalagi jika merawat pasien COVID-19 di ruang ICU. Ada spesifikasi khusus dan jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan ruangan biasa," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Muhammad Komarudin, menjelaskan ada 53 nakesnya yang positif COVID-19. Mereka harus meninggalkan tugasnya di rumah sakit selama menjalani isolasi.

"Setelah ada 53 nakes yang positif, kami lakukan rekruitmen. Kami undang 40 tapi yang hadir 14 orang. Untuk merekrut perawat di ruang perawatan COVID-19, kenyataannya tidak mudah," jelas Komar, sapaan akrabnya.

Kondisi tersebut, berdampak langsung pada pelayanan Corona di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Pelayan yang terdampak terutama pada ruang isolasi khusus pasien COVID-19.

"Kenyataannya banyak nakes yang terkonfirmasi positif. Otomatis berpengaruh terhadap pelayanan khusus COVID-19," katanya.

Simak juga video 'Update Pasien RSDC Wisma Atlet Per 28 Juni 2021: Total 7.826 Orang':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/sip)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT