Pecah Rekor, Puluhan Jenazah Corona di Klaten Tak Rampung Dimakamkan Sehari

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 26 Jun 2021 11:12 WIB
Pemakaman jenazah dengan protokol Corona di Klaten, Sabtu (26/6/2021).
Pemakaman jenazah dengan protokol Corona di Klaten, Sabtu (26/6/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Jumlah jenazah yang dimakamkan dengan protokol virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah kemarin memecah rekor selama pandemi. Petugas baru bisa menyelesaikan pemakaman 30 jenazah Corona yang tiba kemarin pada pagi ini.

"Hari Jumat (25/6) dalam sehari 30 jenazah kita makamkan, tidak hanya dari Klaten tapi ada juga kiriman luar daerah. Ini angka tertinggi selama pandemi," ungkap Koordinator pemakaman posko dukungan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, Sasongko Agung Wibowo, pada detikcom, Sabtu (26/6/2021).

Agung menjelaskan jumlah jenazah yang dimakamkan dengan protokol Corona pada Kamis (25/6) mencapai 25 jenazah. Sedangkan pada Rabu (24/6) dan Selasa (23/6) terdapat 21 jenazah.

"Jumlahnya terus naik, bahkan kita tidak bisa selesaikan hari itu juga. Jenazah datang yang masuk hari Jumat baru selesai kita kuburkan Sabtu (26/6) pagi ini," sambung Agung.

Diduga Ada Kendala Terkait Ambulans dan Personel RS

Jenazah yang paling akhir dimakamkan, kata Agung, merupakan jenazah warga Kecamatan Gantiwarno nomor urut 30. Penyebab keterlambatan bukan dari sisi personel.

"Bukan karena kekurangan personel, kalau personel bisa kita atur. Tapi penyebabnya karena dari RS juga tidak semua jenazah bisa dikeluarkan sekaligus," paparnya.

Kadang, sambung Agung, terdapat tiga jenazah di rumah sakit tapi hanya bisa dibawa ke pemakaman satu per satu. Dia menduga ada kendala pada jumlah ambulans dan personel di rumah sakit yang juga perlu istirahat.

"Kendalanya jumlah ambulans di RS atau personel di RS yang perlu istirahat. Jadi misalnya tiga jenazah dibawa satu-satu sehingga tim sudah siap tetap harus menunggu," imbuh Agung.

Stok Logistik Petugas Pemakaman Menipis

Untuk sarana angkutan pada timnya, ujar Agung, hingga saat ini masih cukup. Namun dia mengaku stok logistik sudah mulai menipis.

''Kendaraan masih mencukupi. Tapi untuk logistik mulai berpikir bagaimana cara memenuhi, mungkin pekan ini masih aman dan kita sudah ajukan permohonan,'' tutur Agung.

Komandan SAR Klaten, Irwan Santosa, menambahkan kenaikan jumlah jenazah yang harus dimakamkan secara protokol kesehatan bersamaan dengan meningkatnya kasus terkonfirmasi Corona di berbagai daerah, termasuk Klaten.

"Tahun lalu kenaikan terjadi di akhir tahun, bulan Oktober-Desember. Tahun ini terjadi di pertengahan tahun, bulan Juni, ini semoga segera mereda," kata Irwan pada detikcom.

Lihat juga Video: Hati-hati Klaster Keluarga

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)