21 Mahasiswa ISI Solo Positif Corona, Tertular Acara Fashion Show

Ari Purnomo - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 14:20 WIB
Mahasiswa ISI Solo menjalani swab antigen di kampus Mojosongo, Solo.
Mahasiswa ISI Solo menjalani swab antigen di kampus Mojosongo, Solo. (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Sebanyak 21 mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) di kampus 2 Mojosongo, Solo, Jawa Tengah (Jateng), terkonfirmasi positif COVID-19. Hasil ini didapatkan setelah ditemukannya seorang mahasiswi yang positif virus Corona usai mengadakan acara fashion show batik di kampus beberapa waktu lalu.

Untuk mencegah penyebaran semakin meluas, ISI Solo mengadakan swab terhadap 51 mahasiswi yang ada di asrama mahasiswa.

Humas ISI Solo, Esha Karwinarno, menjelaskan sebelum didapati ada mahasiswa yang terkonfirmasi COVID-19, ada kegiatan berupa fashion show batik.

"Rabu (23/6) ada seorang mahasiswa yang mengeluhkan tidak enak badan, setelah dilakukan swab hasilnya positif," kata Esha kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Mahasiswa tersebut, lanjut Esha, sebelumnya menggelar acara berupa fashion show bersama mahasiswa lainnya. "Sekitar seminggu sebelumnya mereka mengadakan kegiatan fashion show batik. Dan setelah di-tracing didapati sebanyak 21 mahasiswa terkonfirmasi positif COVID-19," ujarnya.

Mahasiswa yang di-tracing itu, kata Esha, tidak semuanya dari asrama mahasiswa. Tetapi, ada juga mahasiswa yang tidak tinggal di asrama juga ikut di tracing.

"Mereka yang tinggal di luar asrama atau bersama keluarga juga ikut dites. Pertama ditemukan ada 7 mahasiswa, setelah dikembangkan bertambah menjadi 15 orang. Dan bertambah 6 orang lagi menjadi 21 orang," ucapnya.

Dari jumlah tersebut, 13 mahasiswa di antaranya tidak menunjukkan gejala sehingga isolasi dilakukan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Untuk menekan penyebaran virus Corona semakin meluas, hari ini kembali dilakukan tes swab antigen.

"Hari ini kita lakukan tes swab terhadap 51 mahasiswi di asrama dan hasilnya satu orang positif antigen. Untuk selanjutnya dibawa ke RS Bung Karno untuk memastikannya," imbuhnya.

(mbr/rih)