Masjid Agung Kauman Semarang Masih Gelar Jumatan Meski di Zona Merah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 13:26 WIB
Suasana Jumatan di Masjid Agung Kauman Semarang, Jumat (25/6/2021)
Suasana Jumatan di Masjid Agung Kauman Semarang (Foto: Angling/detikcom)
Semarang -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyarankan daerah yang berada di zona merah COVID-19 mengganti salat Jumat dengan salat zuhur. Meski begitu, dua masjid di Kota Semarang yang berada di zona merah, masih menggelar Jumatan. Seperti apa suasananya?

Untuk diketahui Kota Semarang merupakan salah satu daerah yang berada di zona merah penyebaran COVID-19. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah mengeluarkan imbauan agar ibadah dilakukan di rumah, sedangkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyarankan pembatasan jumlah jemaah di tempat ibadah.

Pantauan detikcom, Jumat (25/6), dua masjid besar di Kota Semarang yakni Masjid Agung Kauman Semarang dan Masjid Baiturrahman di Simpang Lima tetap menggelar salat Jumat.

Di Masjid Agung Kauman tampak penerapan protokol kesehatan dimulai sejak dari gerbang masuk. Para jemaah yang datang dites suhu tubuh, dan setibanya di area masjid usai wudhu para jemaah disemprot hand sanitizer.

Petugas masjid terlihat mengatur jemaah agar menjaga jarak sesuai dengan tanda yang ditempelkan di lantai. Beberapa orang yang tidak bermasker juga langsung dinasihati agar memakai masker.

Untuk mengantisipasi kerumunan saat mengambil alas kaki saat salat selesai, pihak masjid menyiapkan tas kain yang bisa dipinjam agar jemaah membawa alas kakinya masuk. Usai salat selesai, para petugas berkeliling dan tetap mengingatkan jemaah untuk menjaga jarak dan memakai masker.

Pembagian makanan gratis pun dipantau petugas agar tidak ada kerumunan. Dimintai konfirmasi, Sekretaris Takmir Masjid Agung Kauman Semarang, Muhaimin menyebut salat Jumat di masjid tersebut telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Ini seperti biasa, tetap prokes," kata Muhaimin saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (25/6/2021).

Muhaimin menyebut jika ada aturan baru termasuk fatwa MUI, akan ditindaklanjuti usai ada kesepakatan dengan tiga masjid besar di Kota Semarang.

"Kami akan menindaklanjuti setelah ada kesepakatan tiga masjid, sebelum ada ya masih seperti biasa, tetap prokes," jelasnya.

Suasana Jumatan di Masjid Agung Kauman Semarang, Jumat (25/6/2021)Suasana Jumatan di Masjid Agung Kauman Semarang, Jumat (25/6/2021) (Foto: Angling/detikcom)

Untuk diketahui, MUI telah mengeluarkan fatwa mengenai salat Jumat pada 2020 lalu dengan judul 'Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19'.

Pada ketentuan ke-3 dalam Fatwa tersebut disebutkan Salat Jumat bisa dibolehkan diganti Salat Zuhur di rumah pada daerah dengan tingkat penularan tinggi. Berikut bunyinya:

3. Orang yang sehat dan yang belum diketahui atau diyakini tidak terpapar COVID-19, harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Dalam hal ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia boleh meninggalkan salat Jumat dan menggantikannya dengan shalat Zuhur di tempat kediaman, serta meninggalkan jamaah shalat lima waktu/rawatib, Tarawih, dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya.

(ams/sip)