108 Warga di Magelang Kena Corona, Diduga dari Klaster Takziah

Eko Susanto - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 17:09 WIB
Posko PPKM Mikro Desa Sidogede, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Rabu (23/6/2021).
Posko PPKM Mikro Desa Sidogede, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Rabu (23/6/2021). Foto: Eko Susanto/detikcom
Kabupaten Magelang -

Sebanyak 108 warga di tiga dusun Desa Sidogede, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terpapar virus Corona atau COVID-19. Mereka diduga terpapar dari klaster takziah.

"Perkembangan terkini, Rabu (23/6), kasus positif di Kecamatan Grabang yang kemarin di Sidogede ada 108 ini masyarakat yang positif. Yang 3 di rumah sakit, sisanya melaksanakan isolasi mandiri," kata Camat Grabag, Sri Utari, saat ditemui di Posko Terpadu Desa Sidogede, Kecamatan Grabag, Magelang, Rabu (23/6/2021).

Ke-108 warga yang terpapar Corona ini terdiri dari Dusun Kalangan 30 orang, Dusun Pagonan 75 orang dan Dusun Kaligintung ada 3 orang. Warga dari tiga dusun yang terpapar COVID-19 ini diduga dari klaster takziah.

"Diduga itu ada warga masyarakat yang meninggal karena di situ banyak kerumunan. Banyak yang datang (melayat) dari Pantura, dari Demak, Jepara untuk takziah ke situ, tempatnya tidak terlalu luas. Setelah itu banyak warga lapor pulang dari situ sakit. Selang 1-2 hari, tidak langsung sakit. Nah terus dilakukan swab dan jumlah yang positif meledak tadi," katanya.

"Tapi diduga sajalah dari klaster takziah. Karena ini menyangkut orang itu ada yang bisa menerima ada yang tidak. Dugaannya dari klaster takziah," lanjutnya.

Sementara itu, warga yang melakukan isolasi mandiri, kata Sri, tidak ada yang melaporkan kondisi kesehatannya menurun. Satgas Penanganan COVID-19 terus melakukan pemantauan dan keliling menyampaikan imbauan protokol kesehatan.

"Alhamdulillah sudah beberapa hari ini tidak ada laporan masyarakat yang kesehatannya menurun. Mereka melakukan isolasi mandiri, kami pantau dari posko terpadu di Balai Desa Sidogede. Tidak ada laporan menurunnya kesehatan dari masyarakat. Kami pantau setiap pagi, isoman ini berolahraga. Siang kami menyuplai makanan, sehingga betul-betul mereka berusaha untuk tidak keluar rumah dan menaati saran kami sebagai gugus tugas," ujarnya.

"Ada yang bertugas 2 jam sekali keliling pakai ambulans. Ada yang bertugas operasi masker, ada yang mendistribusikan seluruh barang yang disumbangkan masyarakat kepada warga di sini," terang Sri.

(rih/ams)