Jepara Zona Merah, Dinkes Cek Kemungkinan Varian Baru Corona

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 16:50 WIB
Coronavirus 2019-nCoV Sample. New Epidemic Corona Virus. Corona virus outbreaking. Corona Virus in Lab. Scientist hold tube with Test with the Virus Name Coronavirus. sputum examination
Ilustrasi tes COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/Diy13)
Jepara -

Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadi zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara pun mengirimkan sampel pasien Corona di wilayahnya untuk diteliti.

"Itu sudah dikirim cukup lama, tapi belum disampaikan ke kita. Kita kirim ke Yogya, waktu itu kita kirim ada enam sampel (sampel hasil tes orang yang terkena COVID-19)," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Eko Cahyo P, kepada detikcom lewat telepon, Rabu (23/6/2021).

Eko menerangkan pihaknya berencana untuk mengirimkan sampel pasien COVID-19 di Jepara untuk diuji whole genome sequencing (WGS). Hal ini untuk memastikan apakah ada penyebaran varian baru Corona di Jepara.

"Lha ini terus mau dikirim lagi. Kita masih menunggu, sampai ini belum (ada hasil temuan COVID-19 varian baru)," terang Eko.

Eko mengaku khawatir penyebab lonjakan kasus Corona di Jepara dipengaruhi varian baru. Sebab menurutnya penularan COVID-19 di Jepara terbilang cukup cepat.

"Ada kemungkinan (disebabkan varian baru), karena melihat diperiksa CT-nya rendah, itu dari hasil laboratoriumnya, kedua tingkat penularan di masyarakat tinggi, kemudian ketiga, tingkat fatalitasnya tinggi. Sehingga ada kemungkinan mengarah ke situ (COVID-19 varian baru)," ucap Eko.

Dia menambahkan Dinas Kesehatan Jepara saat ini gencar melakukan vaksinasi kepada masyarakat. Dia pun mengimbau masyarakat agar taat terhadap protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19.

"Bisa menghentikan penyebaran COVID ini di tatanan masyarakat sendiri. Jadi masyarakat membatasi mobilitas, melaksanakan 5M, terus kegiatan masyarakat berkerumun harus dikendalikan," ungkap Eko.

"Kedua masalah vaksinasi bahwa vaksin itu aman, efektif untuk memberikan kekebalan. Untuk vaksinasi kita tetap jalan," tutup Eko.

Sementara itu, data sebaran kasus COVID-19 di Jepara per Selasa (22/6) kasus aktif harian mencapai 2.232 orang. Lalu kasus sembuh ada 9.683 orang dan meninggal dunia ada 641 orang, sedangkan akumulasi kasus terkonfirmasi COVID-19 di Jepara mencapai 12.556 orang.

Simak video 'WHO Tegaskan Vaksin Ampuh Lawan Varian Delta Meski Efikasinya Turun':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)