BOR COVID-19 di Jepara Capai 83 Persen, Ada RS yang Penuh

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 14:43 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 (Foto: Edi Wahyono)
Jepara -

Lonjakan kasus virus Corona atau COVID-19 juga terjadi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Akibatnya keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Jepara mencapai 83 persen.

"Update per Selasa 22 Juni 2021 untuk tempat tidur (TT) ICU COVID-19 rata-rata 83,33 persen, sedang TT isolasi 83,59 persen," kata Bupati Jepara Dian Kristiandi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/6/2021).

Andi, sapaannya, menerangkan dari 7 tempat tidur (TT) ICU di RSU Kartini sudah terpakai 5 TT. Kemudian di RS PKU Mayong yang berkapasitas 2 TT ICU penuh terisi, di RSUD Kelet dari kapasitas 8 TT terpakai 2 TT, dan di RS Aisiyah yang memiliki 1 TT ICU masih kosong.

Kemudian untuk TT isolasi di RS Kartini yang berkapasitas 47 TT, terpakai 45 TT. Lalu di RS PKU Mayong yang berkapasitas 39 TT terpakai 32 TT, di RSI Sultan Hadlirin yang berkapasitas 21 TT sudah terisi semua, sedangkan di RS Graha Husada yang berkapasitas 15 TT penuh terisi.

"RSUD Kelet kapasitasnya ada 61 TT yang terisi ada 41 TT, dan di RS Aisiyah kapasitas 12 terisi 9 TT. Keseluruhan untuk TT isolasi ada 195 TT yang terpakai 165 TT," terang Andi.

Pihaknya mengaku tengah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk menambah SDM dan sarana prasarananya untuk penanganan COVID-19 di Jepara. Andi meminta rumah sakit di Jepara menambah TT isolasi bagi pasien COVID-19.

"Untuk RSUD RA Kartini sedang proses penambahan TT isolasi menjadi 50 persen dari ketersediaan TT yang ada," jelasnya.

Dia menambahkan Pemkab Jepara juga telah menyediakan tempat isolasi terpusat bagi warganya. Hingga saat ini ada 172 TT untuk isolasi terpusat yang telah disediakan.

"Jumlahnya ada 172 TT di rumah isolasi terpusat dan yang terisi ada 54 TT," ungkapnya.

Sementara itu, dari data sebaran kasus Corona di Jepara per Selasa (22/6), terdapat 2.232 kasus aktif Corona. Lalu ada 641 kasus meninggal dunia, kasus sembuh ada 9.683 orang, dan akumulasi kasus terkonfirmasi COVID-19 mencapai 12.556 orang.

(ams/rih)