BOR Corona di Banyumas 71%, Pemkab Sulap Hotel Jadi RS Darurat

Arbi Anugrah - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 21:48 WIB
Pemkab Banyumas sulap hotel jadi RS Darurat COVID-19, Selasa (22/6/2021).
Pemkab Banyumas sulap hotel jadi RS Darurat COVID-19, Selasa (22/6/2021). Foto: dok. Humas Pemkab Banyumas
Banyumas -

Keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan pasien virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sudah mencapai 71 persen. Pemkab Banyumas membuka rumah sakit darurat COVID-19 di Hotel Rosenda Baturraden.

"BOR atau tingkat keterpakaian tempat tidur RS sudah mencapai 71 persen dan naik terus. (Sedangkan) total kapasitas tempat tidur sekitar 700," kata Bupati Banyumas Achmad Husein kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Pemkab Banyumas saat ini tengah menyiapkan Hotel Rosenda Baturraden sebagai rumah sakit darurat COVID-19. Rencana itu menjadi bagian dari penyediaan 1.000 tempat tidur bagi pasien Corona.

"Kalau dijadikan RS darurat, maka ada tambahan 331 tempat tidur. Sehingga secara total, tempat tidur tersedia sebanyak 1.031 bed," ujarnya.

Husein mengatakan bahwa hotel tersebut sejak tiga hari lalu sudah difungsikan sebagai tempat karantina terpusat dengan kapasitas 60 kamar. Nantinya jika sudah beroperasi sebagai rumah sakit darurat, di Hotel Rosenda mampu menampung 330 pasien. Terdiri dari pasien yang berada di kamar hotel sebanyak 60, cottage sebanyak 30 kamar, ruang pertemuan dan ruang makan.

Dia menambahkan,rumah sakit darurat ini akan mulai beroperasi pada pekan ini. Sehingga tenaga medis, peralatan medis dan lain sebagainya akan mulai disediakan mulai satu dua hari ke depan.

"Rumah sakit darurat ini, merupakan pengembangan dari RSUD Banyumas atau diampu oleh RSUD Banyumas," ujarnya.

Nantinya rumah sakit darurat ini akan digunakan untuk pasien dengan gejala ringan-sedang. Sedangkan untuk pasien Corona dengan gejala berat, tetap ditangani di sejumlah rumah sakit milik pemerintah maupun swasta.

"Terkait dengan penyediaan tenaga kesehatan yang akan bertugas di rumah sakit darurat, akan dilakukan secara gotong royong serta melibatkan tiga rumah sakit pemerintah, yakni RSUD Banyumas, RSUD Ajibarang, dan RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto serta ditambah perawat hasil perekrutan baru, dan relawan dari berbagai perguruan tinggi," jelasnya.

Dia mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini kasus Corona di Banyumas terus mengalami lonjakan. Namun demikian belum ditemukan varian baru Corona.

"Kalau dari sifatnya kok seperti varian baru, karena penularannya begitu cepat. Tetapi secara laboratorium varian baru belum ada," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dikutip dari website http://covid19.banyumaskab.go.id hari ini, kasus Corona di Kabupaten Banyumas terkonfirmasi positif 472, dirawat di rumah sakit 380, isolasi 92, sembuh 11.220 dan meninggal 459.

(rih/mbr)