Mayat di Tumpukan Sampah Kudus Ternyata Korban Pembunuhan Teman Sendiri

Dian Utoro Aji - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 12:49 WIB
Jumpa pers kasus pembunuhan pemuda yang mayatnya ditemukan di tumpukan sampah, Kudus, Selasa (22/6/2021).
Jumpa pers kasus pembunuhan pemuda yang mayatnya ditemukan di tumpukan sampah, Kudus, Selasa (22/6/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Mayat pria misterius yang ditemukan di tumpukan sampah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ternyata korban pembunuhan. Dua terduga pelaku pembunuhan merupakan teman korban.

"Hasil dari lidik kami alhamdulillah kami bisa mengamankan dua tersangka pelaku pembunuhan terhadap mayat tersebut yang kami dapat identitasnya korban adalah atas nama Muhammad Manpalufi (24) alias Pato pekerjaan pengangguran, rumah di Pekalongan," kata Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma saat jumpa pers di Mapolres Kudus, Selasa (22/6/2021).

Dia menjelaskan awalnya pada Jumat (11//6) mendapatkan informasi ada penemuan mayat pria tanpa identitas di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo. Polisi pun melakukan penyelidikan dan hasilnya terdapat dua pelaku yang diduga membunuh korban. Dua pelaku diamankan di wilayah Kabupaten Demak.

"Setelah mendapatkan informasi penemuan mayat, kami lakukan lidik peristiwa itu. Dan berdasarkan keterangan saksi kami mengidentifikasi dua orang pelaku dengan inisial OS (23) dan TS (20). Akhirnya keduanya kita amankan di daerah Kabupaten Demak," terang Aditya.

Aditya menjelaskan sebelum terjadi pembunuhan ada sekelompok anak jalanan tengah pesta minuman keras di wilayah Desa Jepang pada Senin (7/6) malam. Korban pada saat itu mengeluarkan kata-kata kurang pas terhadap dua pelaku. Sehingga mereka cekcok dan terjadi penganiayaan.

"Pelaku bahwasanya setelah mereka minum-minum minuman keras, kemudian korban mengeluarkan kata-kata kurang pas, terhadap salah satu pelaku. Sehingga terjadi cekcok kemudian keduanya mulai mengeroyok dan menganiaya korban, menggunakan pukulan, tendangan, kayu kemudian, sehingga kemudian korban terkapar," terang dia.

Menurutnya dua pelaku tidak mengira jika korban ternyata sudah meninggal dunia. Keesokan harinya pelaku baru mengetahui jika korban meninggal dunia. Para pelaku pun melarikan diri.

"Saat itu tersangka tidak mengetahui kondisi korban, dianggap pingsan. Kemudian dua tersangka ikut tidur tidak jauh dari tubuh korban sampai besok pagi," jelas Aditya.

"Besok pagi, karena korban tidak bergerak kemudian dilihat kemudian kondisi korban sudah meninggal dunia. Kemudian tersangka menutupi mayat korban dengan bambu, kemudian melarikan diri," sambung dia.

Atas perbuatannya, dua pelaku terancam hukuman 15 tahun kurungan penjara. "Ancaman hukuman Pasal 338 KHUPidana subs Pasal 170 KUHP ancaman hukuman 15 tahun penjara," kata Aditya.

Dua pelaku nekat melakukan pembunuhan karena merasa sakit hati dengan perkataan korban. Perkataan korban itu terkait dengan istri salah seorang pelaku.

"Mas iku istrimu enak nggak rasanya (tersangka meniruskan perkataan korban). Saya merasa sakit hati. Saya tidak ada niatan membunuh tapi terjadi (pembunuhan)," kata tersangka OS.

Diketahui mayat pria tersebut ditemukan berada di tumpukan sampah warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Jumat (11/6) siang. Mayat tersebut ditemukan tanpa identitas dan sudah dalam kondisi membusuk.

(sip/ams)