Sultan Urung Lockdown, Pariwisata di Yogya Tetap Dibuka

Heri Susanto - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 19:59 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Senin (22/2/2021).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Senin (22/2/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta -

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X memastikan tak akan lockdown DIY. Sultan pun tak akan menutup destinasi wisata di DIY.

"Untuk kesehatan itu menjaga agar tidak terjadi kerumunan. Ning nek (tapi kalau) pariwisata ngundang kerumunan. Bagaimana bijak itu bisa dilakukan," kata Sultan usai memimpin rapat bersama Bupati dan Wali Kota se-DIY di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Yogyakarta, Senin (21/6/2021).

Sultan pun meminta para pelaku pariwisata memperhatikan kerumunan alias membatasi jumlah pengunjung di destinasi wisata. Dia mengingatkan agar pariwisata tidak mengakibatkan penularan Corona.

"Saya bilang sama pak bupati, Sabtu itu sampai enam tujuh kilo, ditutup. Nek ning mobil ora popo, (paling) penularan keluarga, kalau turun terjadi penularan," kata Sultan didampingi Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Bupati Gunungkidul Sunaryanto, dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi.

Sultan HB X usai memimpin rapat COVID-19 bersama Bupati dan Wali Kota se-DIY, di Kompleks Kepatihan, Senin (21/6/2021).Sultan HB X usai memimpin rapat COVID-19 bersama Bupati dan Wali Kota se-DIY, di Kompleks Kepatihan, Senin (21/6/2021). Foto: Heri Susanto/detikcom

Sultan mengaku telah berdiskusi dengan para kepala daerah tersebut jika keputusan untuk menutup tempat wisata diambil. Hal tersebut agar tidak memberatkan pedagang di sekitar tempat wisata karena tidak ada pembeli datang.

"(Kalau ditutup) Diprotes sek dodolan. Nek ora ana sek teko (kalau tidak ada yang datang), bisa nggak kita jadi orang arif, sek dodol (yang jual) dibantu kepie (bagaimana), toh ditutup Sabtu sama Minggu selama dua bulan," ujarnya.

Hal tersebut, lanjut Sultan, sebagai salah satu kebijakan untuk menjaga keseimbangan kesehatan dengan ekonomi. Sehingga, masyarakat masih tetap ada bantuan, penularan Corona bisa ditekan.

"Salah satu cara keseimbangan-keseimbangan," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Sultan memutuskan untuk tidak melakukan lockdown di DIY dan memberlakukan PPKM secara ketat. Menurut Sultan, lockdown juga tak efektif jika hanya berlaku untuk masyarakat DIY. Sementara daerah lain masih tetap membebaskan mobilitas warga.

"Nek di-lockdown, kabeh tunggu ning ngomah (kalau di-lockdown, semua berada di dalam rumah). Nggak boleh keluar. Gitu loh. Tapi kalau Yogya di-lockdown, ya kan, rakyat Yogya ora oleh (tidak boleh) keluar rumah, ning saka (tapi dari) Jakarta, saka (dari) Jawa Timur mlebu (masuk) Yogya terus arep ngapa (masuk Yogya terus mau apa)?" kata Sultan usai memimpin rapat COVID-19 bersama Bupati dan Wali Kota se-DIY, hari ini.

Simak video 'Kasus Corona di RI Tembus 2 Juta!':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)