Warga Klaten Kecele Kena Hoax Undangan Vaksinasi Massal

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 19:47 WIB
Postingan hoax soal undangan vaksinasi massal di RSPD Klaten, Senin (21/6/2021)
Postingan hoax soal undangan vaksinasi massal di RSPD Klaten, Senin (21/6/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Kabar hoax soal undangan kegiatan vaksinasi massal menyebar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Akibatnya banyak warga kecele setelah mendatangi lokasi pendaftaran vaksinasi virus Corona atau COVID-19.

Dilihat detikcom, postingan undangan itu memperlihatkan surat mirip undangan kegiatan vaksinasi di Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Klaten namun belum ditandatangani. Di bawah foto tersebut ada tambahan kalimat di bawahnya berbunyi, 'Monggo bagi warga berusia 18 SD 59, vaksin jenis sinovac, ambil kesempatan emas ini,' tulis postingan tersebut.

Dimintai konfirmasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten mengakui banyak warga yang datang ke lokasi vaksinasi di RSPD Klaten. Dinkes menyebut untuk mengikuti vaksinasi di RSPD itu merupakan orang yang sudah terdaftar.

"Banyak yang datang, yang bertanya juga banyak. Tapi yang ngeyel paling cuma satu dua setelah dijelaskan, tapi yang datang tadi juga ada kalau 10 orang," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pemkab Klaten, Anggit Budiarto, di gedung RSPD Klaten, Senin (21/6/2021).

Anggit menjelaskan warga tersebut datang sebab di medsos beredar postingan semacam pengumuman vaksinasi. Informasi itu disertai foto surat dari dinas tentang kegiatan di RSPD.

"Padahal surat dinas yang beredar itu adalah draf surat untuk RS dan vaksinator untuk ikut kegiatan vaksinasi di RSPD, bukan undangan umum. Tapi disalahtafsirkan dan di-blow up seolah itu undangan vaksinasi massal," papar Anggit.

Pesan itu, kata Anggit, beredar di medsos dan WA sehingga warga berdatangan. Padahal untuk ikut vaksinasi massal di RSPD harus sudah terdaftar.

"Padahal untuk ikut vaksinasi harus terdaftar dulu melalui Pemkab, TNI dan Polri. Tidak bisa datang langsung," lanjut Anggit.

Anggit meminta masyarakat untuk tidak percaya sebab surat dinas itu bukan undangan. Bagi yang datang ke RSPD belum terdata tetap tidak akan dilayani.

"Bagi warga yang datang belum data tetap tidak dilayani. Boleh mendaftar melalui TNI, Polri dan Satgas Pemkab itu pun selama masih ada kuota," terang Anggit.

Terpisah, salah seorang warga Klaten Tengah, Petrus Darmadi, mengaku mengetahui undangan tersebut dari postingan di YouTube. Dia mengaku melihat foto surat berkop dinas sehingga dia datang untuk mengikuti vaksinasi.

"Ya iyalah saya datang bersama anak untuk ikut vaksin, ternyata tidak bisa. Saya sayangkan kenapa surat dinas bisa bocor dan jadi begitu," kata Petrus pada wartawan di RSPD Klaten sambil menunjukkan postingan tersebut.

Tonton video 'Kasus Corona di RI Tembus 2 Juta!':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)