Warga Sekampung di Turi Sleman kena Corona, 70 Orang Positif

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 14:04 WIB
Sultan Ingin Jogja Lockdown, Ini Kondisi Kasus Corona di Jogja
Ilustrasi virus Corona. (Foto: Edi Wahyono)
Sleman -

Kasus penularan virus Corona atau COVID-19 di Padukuhan Kendal, Bangunkerto, Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertambah. Sebanyak 70 warga di daerah itu dinyatakan positif Corona.

"Seluruhnya ada 70 an. Sebagian ke asrama haji, sebagian isolasi mandiri," kata Plt Panewu Turi Subagya saat dihubungi wartawan, Senin (21/6/2021).

Tambahan kasus ini, kata Subagya, bukan hanya berasal dari 1 RT saja. Melainkan sebagian berasal dari hasil tracing kasus di RT lain.

"Ada sebagian di RT yang lain. RT 5 dan sekitarnya. Untuk yang isolasi mandiri logistik ada dari desa ada dari masyarakat, kemudian kita mengajukan ke kabupaten juga," ungkapnya.

Untuk saat ini, aktivitas warga di Padukuhan Kendal diperketat. Akses keluar masuk kampung juga hanya melalui 1 pintu saja.

"Ya nggak lockdown tapi diperketat untuk keluar masuknya warga. Satu pintu keluar masuk," jelasnya.

Sementara untuk proses tracing, kaya Subagya, masih terus berlangsung. "Sementara ada tapi hanya sedikit lah yang kontak erat dan masih terlewat," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya penularan Corona sangat cepat terjadi di Kapanewon Turi, Sleman, DIY. Saat awal diumumkan, terdapat sekitar 30 warga Padukuhan Kendal, Bangunkerto, Turi, yang dinyatakan positif pada Senin (14/6).

Subagja saat itu menjelaskan salah satu penularan Corona di padukuhan tersebut bermula dari ketidakjujuran salah seorang warganya. Sebelum dinyatakan positif, warga tersebut jalan-jalan dan bersosialisasi dengan warga yang lain. Bahkan diketahui ikut dalam kegiatan gotong royong.

Padahal, sebelumnya ia sempat kontak dengan rekan kerjanya yang telah dinyatakan positif Corona. Ia pun akhirnya masuk dalam tracing dan wajib tes Corona.

"Penularan keluarga. Ada salah satu anggota keluarga yang kerja di Jalan Magelang kemudian di kantor teman-temannya terkonfirmasi (positif). Terus periksa di rumah ternyata positif," urainya.

"Jelang waktu menunggu (hasil PCR) dia tidak bilang-bilang sama tetangganya. Kemudian bersosialisasi dan merebaklah ke tetangga kanan-kiri ikut kegiatan di kampung," pungkas Subagja.

Simak juga video '2 Arahan Jokowi ke Menkes Budi Terkait Lonjakan Kasus COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)