Warga Kena Corona Keluyuran, Tulari 29 Orang Sekampung di Turi Sleman

ADVERTISEMENT

Warga Kena Corona Keluyuran, Tulari 29 Orang Sekampung di Turi Sleman

Jauhari Wawan S - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 14:12 WIB
Warga Dusun Kendal, Bangunkerto, Turi, Sleman, Yogyakarta, dites swab antigen secara massal. Tes swab dilakukan setelah 14 kepala keluarga di dusun tersebut positif COVID-19.
Warga Dusun Kendal, Bangunkerto, Turi, Sleman, Yogyakarta, dites swab antigen massal. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Sleman -

Penularan Corona sangat cepat terjadi di Kapanewon Turi, Sleman, DIY. Total sekitar 30 warga Padukuhan Kendal, Bangunkerto, Turi, dinyatakan positif.

"Kasusnya itu sekitar seminggu yang lalu. Totalnya saat ini ada 30-an warga yang positif dan menjalani isolasi mandiri," kata Plt Panewu Turi Subagya saat dihubungi wartawan, Senin (14/6/2021).

Ia menjelaskan penularan Corona di padukuhan tersebut bermula dari ketidakjujuran salah seorang warganya. Sebelum dinyatakan positif, warga tersebut jalan-jalan dan bersosialisasi dengan warga yang lain. Bahkan diketahui ikut dalam kegiatan gotong royong.

Padahal, sebelumnya ia sempat kontak dengan rekan kerjanya yang telah dinyatakan positif. Ia pun akhirnya masuk dalam tracing dan wajib tes.

"Penularan keluarga. Ada salah satu anggota keluarga yang kerja di Jalan Magelang kemudian di kantor teman-temannya terkonfirmasi (positif). Terus periksa di rumah ternyata positif," urainya.

"Jelang waktu menunggu (hasil PCR) dia tidak bilang-bilang sama tetangganya. Kemudian bersosialisasi dan merebaklah ke tetangga kanan-kiri ikut kegiatan di kampung," tambahnya.

Subagya menjelaskan kasus ini masih belum disebut klaster dan masih sebatas penularan antarkeluarga. "Penularan keluarga. Kalau di RT yang bersangkutan itu di 5 rumah tangga," sebut dia.

Saat ini, status zonasi di RT 5 Padukuhan Kendal menjadi zona merah. Proses tracing pun masih terus berjalan, dan sementara baru menyasar sekitar 200-an warga di RT 5.

Untuk mencegah penularan meluas, ia menginstruksikan agar warga yang ikut dalam swab massal menjalani isolasi hingga hasil swab keluar.

"Ya sementara aktivitas warga yang sudah diswab tidak boleh pergi-pergi dulu sebelum hasilnya keluar. Paling satu hari dua hari keluar hasilnya," katanya.

Untuk sementara, Subagya masih menunggu hasil swab PCR dari 200-an warga untuk mengambil langkah selanjutnya.

"Kalau ada yang positif nanti dicari tracing kontak erat ke siapa. Nanti langkah berikutnya nunggu hasil swab PCR yang hari ini dilaksanakan," pungkasnya.

Simak video 'Kepala BNPB Ungkap Faktor Melonjaknya Kasus Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]


(mbr/ams)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT