7 Karyawan Positif Antigen, Klinik PMI Klaten Ditutup 3 Hari

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 16:48 WIB
Klinik PMI Klaten, Jalan Veteran, Klaten.
Klinik PMI Klaten, Jalan Veteran, Klaten. Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Tujuh karyawan PMI Kabupaten Klaten dinyatakan positif tes antigen virus Corona atau COVID-19. Klinik Pratama PMI Klaten ditutup selama tiga hari guna sterilisasi.

"Antigen positif tapi untuk PCR hasilnya belum ada, masih menunggu. Tujuh orang itu kita isolasi mandiri di rumah," kata Ketua PMI Klaten, Purwanto Anggono Cipto, kepada wartawan, Sabtu (19/6/2021).

"PMI kita sterilkan tiga hari. Jadi terhitung Sabtu, Minggu dan Senin," ujarnya.

Purwanto menjelaskan, tujuh orang tersebut bertugas di bagian depan klinik. Mereka bertugas di bagian pelayanan medis.

"Yang di depan, jadi mereka juga melayani vaksin karena di pelayanan medis. Kebetulan teman-teman itu sudah ada gejala tidak sehat sebelumnya," ujarnya.

Saat ini tujuh orang karyawan itu terus dipantau kesehatannya karena diisolasi mandiri. Mereka juga dibantu untuk pemenuhan kebutuhan obatnya agar segera sehat.

"Kita pantau, kita Isolasi mandiri, kita suplai kebutuhan vitaminnya. Tidak kita PCR, cuma antigen, antigen itu dilakukan kemarin (Kamis)," jelas Purwanto.

Ketujuh orang itu diketahui reaktif setelah dilakukan screening. Nantinya semua karyawan di-screening sehingga diketahui hasilnya.

"Rencananya kita screening semuanya agar tenang dalam memberikan pelayanan. Kondisinya baik, tidak ada yang dirawat, bahkan kaget, kok reaktif padahal merasa baik-baik saja," katanya.

Meskipun pelayanan klinik dihentikan operasionalnya sementara, Purwanto menyebut untuk pelayanan permintaan darah tetap beroperasi.

"Untuk ruangan vaksinasi dan antigen ikut kita sterilkan selama tiga hari. Jadi hanya pelayanan medis saja yang ditutup," ujarnya.

Purwanto menambahkan, berkaitan dengan pelayanan BPJS, pihaknya telah koordinasi untuk pengalihan sementara. Pelayanan bagi peserta BPJS dialihkan ke Puskesmas terdekat.

"Kaitan BPJS kita koordinasikan dengan Puskesmas, kita alihkan sementara ke Puskesmas. PMI sudah sekian lama untuk rapid dan lainnya maka kita sterilkan," imbuhnya.

(rih/rih)