Calon Mempelai Positif Corona, Prosesi Lamaran Berlangsung Virtual

Eko Susanto - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 17:18 WIB
Acara lamaran di Desa Lungge, Temanggung, ini digelar secara virtual karena calon mempelai perempuan terpapar virus Corona, Kamis (17/6/2021).
Acara lamaran di Desa Lungge, Temanggung, ini digelar secara virtual karena calon mempelai perempuan terpapar virus Corona, Kamis (17/6/2021). Foto: Eko Susanto/detikcom

Ia menuturkan, prosesi lamaran secara virtual ini akan menjadi kenangan yang tidak dilupakan.

"Insyaallah ini menjadi kenangan yang nggak pernah terlupakan karena ini memang benar-benar suatu hal yang nggak terduga karena sekali seumur hidup saya, insyaallah. Kenangan yang nggak pernah terlupakan," kata dia.

Lelaki yang bekerja di salah satu perusahaan di Malang tersebut menceritakan, kali pertama mengenal calonnya dari media taaruf. Dari perkenalan di bulan Mei hingga diizinkan untuk berkomunikasi dengan kedua orang tuanya.

"Kenal pertama di media taaruf. Jadi saya berkenalan, secara singkat bertukar profil, kemudian diizinkan untuk bisa berkomunikasi dengan Iit. Iit mempersilakan saya berkomunikasi dengan kedua orang tuanya hingga sampai sekarang ini," tuturnya.

Sementara itu, Camat Temanggung, Shofwan Syafii, mengatakan bahwa pihaknya menerima kabar akan ada lamaran pasangan dari Jember dan Desa Lungge. Kemudian dia memperoleh informasi calon mempelai perempuan positif Corona dan acara tidak bisa ditunda.

"Kami mengadakan koordinasi cepat pemerintah Desa Lungge, intinya ini sudah dijadwalkan, sudah direncanakan sejak awal maka tidak bisa ditunda. Kami mengambil terobosan ini tetap diadakan untuk diadakan lamaran secara virtual," kata Shofwan Syafii.

Menurutnya, meski digelar secara virtual namun tak mengurangi nilai lamaran pasangan tersebut. "Yang jelas tidak mengurangi substansi dari acara ini, semuanya bisa berjalan lancar dan akhirnya juga terlaksana baik," kata dia.

"Ini sebuah edukasi, sebuah pencerahan yang barangkali nanti ada hal seperti ini harapannya tidak ada, tapi kalau misalnya ada salah satu ini terkena COVID-19 tentunya ini bisa menjadi role model. Jadi bisa diaplikasikan di lain tempat, lain daerah sehingga kegiatan sudah direncanakan ini tetap bisa terlaksana tanpa mengurangi hakikat maupun substansinya," terang Shofwan.


(rih/ams)