Gibran Wajibkan Pendatang ke Solo Tes Swab, Begini Detail Aturannya

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 18:36 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka belum bisa memastikan apakan turnamen Piala Wali Kota Solo 2021 akan diadakan sesuai jadwal atau tidak.
Walkot Solo Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mewajibkan pendatang khususnya yang berasal dari zona merah untuk menjalani tes swab. Hal ini menyusul terjadinya lonjakan kasus virus Corona atau COVID-19 di berbagai daerah. Bagaimana aturannya?

Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan, menjelaskan kewajiban menunjukkan hasil swab tersebut sudah diatur dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo Nomor 067/1869. Aturan tertulis pada poin Pelaksanaan nomor 7z yang isinya:

Setiap individu pelaku perjalanan lintas kota/kabupaten/provinsi menginap di Kota Surakarta, wajib membawa hasil uji negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 2 x 24 (dua kali dua puluh empat) jam, saat masuk hotel/losmen/guest house/sebutan lainnya atau diperiksa Satgas Jogotonggo.

"Intinya aturan hanya diterapkan pada pendatang yang menginap, baik di penginapan atau di rumah," kata Arif saat dihubungi detikcom, Rabu (16/6/2021).

Mengenai pengawasan, Arif mengatakan setiap penginapan harus memiliki prosedur yang ketat. Tamu yang menginap harus membawa surat hasil tes swab antigen atau PCR.

"Untuk pendatang yang menginap di rumah warga, maka Satgas Jogo Tonggo yang akan aktif. Kalau ada yang ditemukan, akan kita swab. Kalau positif ya kita karantina atau masuk rumah sakit kalau bergejala," ujar dia.

Sedangkan bagi warga sekitar Solo yang bekerja di Kota Solo, tidak diwajibkan memiliki surat hasil tes swab. Namun petugas akan aktif melakukan tes swab secara acak di titik-titik tertentu.

"Kita akan lakukan tes swab acak di titik-titik tertentu. Misalnya di Pasar Klewer, kemarin ada warga luar kota yang ternyata positif. Ini akan kita masifkan ke titik-titik yang lain," terang Arif.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengajak masyarakat semakin waspada dengan lonjakan kasus di berbagai daerah. Dia kembali melakukan pengetatan di wilayah Solo, salah satunya memberlakukan wajib swab bagi pendatang.

"Dari zona merah wajib swab. Ada yang mau hajatan, perjalanan dinas ditunda dulu, mohon maaf, Wonogiri, Sragen itu kan karena hajatan di Kudus. Makanya tolong dikurangi dulu lah kegiatan-kegiatan semacam itu. Kita ini kan sudah cukup baik, terkendali, vaksinasi cepat. Event-event kita tahan juga," kata Gibran di Balai Kota Solo, hari ini.

Rumah sakit diminta menambah tempat tidur...