Kasus Corona Meninggal dari Klaster Masjid Karanganyar Bertambah

Andika Tarmy - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 18:21 WIB
Nyaris 100 orang di Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar positif Corona, Senin (14/6/2021).
Nyaris 100 orang di Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar positif Corona, Senin (14/6/2021 Foto: Andika Tarmy/detikcom
Karanganyar -

Satu di antara 94 warga positif COVID-19 di Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan tambahan ini, sudah dua warga positif Corona yang meninggal, keduanya berasal dari klaster masjid.

"Iya satu (meninggal). Semalam langsung dimakamkan dengan protokol kesehatan," ujar plt Camat Colomadu, Yuni Windarti saat dihubungi wartawan, Rabu (16/6/2021).

Yuni mengatakan warga tersebut meninggal dalam kondisi positif Corona dan sempat mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Solo. Yuni menyebut, arga yang meninggal ini termasuk dalam klaster masjid Desa Paulan.

"Iya, dari klaster masjid," kata dia.

Dengan tambahan ini, warga Desa Paulan yang meninggal dalam kondisi terpapar Corona menjadi dua orang. Sementara akumulasi kasus warga Desa Paulan yang terpapar Corona berjumlah 94 orang, dengan 54 di antaranya berasal dari klaster masjid.

"Dari total 94 warga, mayoritas menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Ada enam warga di antaranya yang menjalani perawatan di rumah sakit," jelasnya.

Menurut Yuni, kondisi puluhan warga Desa Paulan tersebut semakin membaik. Pihak tenaga medis bekerjasama dengan Satgas Jogo Tonggo bekerja optimal untuk memastikan seluruh kebutuhan warga yang menjalani isolasi mandiri terpenuhi.

"Kondisinya semakin membaik, karena sudah terpenuhi dari vitamin, pemantauan dari pihak tenaga medis, sembako, (Satgas) Jogo Tonggo juga sudah dioptimalkan. Namun meski begitu semuanya masih wajib isolasi mandiri, belum boleh keluar rumah," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, 94 warga Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, terkonfirmasi positif virus Corona. Dari jumlah itu, 54 orang di antaranya terpapar Corona dari klaster masjid.

Kepala Desa Paulan, Joko Margono, menduga penularan Corona di masjid tersebut berasal dari warga luar daerah. Sebab lokasi masjid yang berada tepat di jalan raya membuat masjid tersebut banyak digunakan para pengguna jalan untuk beribadah.

"Lokasi masjid juga sangat strategis karena dari Ngasem sampai Solo cuma satu masjid itu. Jadi otomatis masjid itu tempat ampiran para musafir," ujar Joko ditemui wartawan di ruang kerjanya, Karanganyar, Senin (14/6).

Lihat juga Video: Kapolri Ungkap 5 Klaster Corona di Jakarta Usai Libur Lebaran

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)