Muncul Klaster Layatan, Sekampung di Boyolali Lockdown

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 18:47 WIB
Dukuh  Kebakan, Desa Methuk, Kecamatan Mojosongo, Boyolali lockdown lokal usai ditemukan klaster takziah
Dukuh Kebakan, Desa Methuk, Kecamatan Mojosongo, Boyolali lockdown lokal usai ditemukan kasus COVID dari klaster takziah (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Belasan warga di Dukuh Kebakan, Desa Methuk, Kecamatan Mojosongo, Boyolali terpapar virus Corona atau COVID-19 dari klaster takziah atau layatan. Imbasnya, warga satu dukuh di Kebakan itu di-lockdown lokal.

"(Dukuh) Kebakan, Kecamatan Mojosongo juga lockdown. Di sana ada klaster layatan," kata Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

Pantauan di lokasi, portal di akses keluar-masuk dukuh tersebut ditutup, baik dari arah barat maupun timur. Hanya petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD).

Para warga Dukuh Kebakan baik yang terpapar COVID-19 maupun menunggu hasil swab menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Jalan masuk ke dukuh itu ditutup portal dan ditempeli spanduk 'Lockdown Mikro Kebakan, Methuk, Pencegahan COVID-19, Jogo Tonggo'.

"Lockdown dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19," kata Sekcam Mojosongo, Agnes Mahendrowati.

Kasus di dukuh itu bermula saat ada seorang warga yang sakit dan meninggal dunia. Warga yang tidak tahu jika yang bersangkutan positif COVID-19 akhirnya memandikan jenazah tersebut.

"Setelah itu, baru kemudian hasil swab PCR almarhum keluar dan hasilnya positif," jelasnya.

Temuan kasus itu membuat warga sekitar merasa resah dan kemudian difasilitasi puskesmas setempat untuk tes swab antigen. Hasilnya ada puluhan warga yang dinyatakan positif Corona dan menjalani isolasi di rumah masing-masing.

Dari data sementara, total ada 13 warga dan dua balita yang dinyatakan positif COVID. Sementara itu ada 14 warga yang masih menunggu hasil swab. Untuk mengantisipasi penularan lebih lanjut, sebanyak 50 warga menjalani swab PCR di aula balai desa setempat pada Selasa (15/6) pagi tadi.

"Kami berharap, jumlah warga yang positif COVID tidak bertambah," harap Agnes.

Kantor Desa Methuk Ditutup 3 Hari

Sementara itu, pelayanan masyarakat di kantor Desa Methuk juga ditutup selama tiga hari pada 14-16 Juni 2021. Hal itu dikarenakan salah satu perangkat desa positif COVID-19.

Di gapura pintu gerbang masuk Balai Desa Methuk ditempel pengumuman tentang penutupan tersebut. Pengumuman itu juga ditempel di sejumlah pintu ruangan. Selama penutupan kantor Balai Desa Methuk akan disemprot disinfektan.

"Yang bersangkutan (perangkat desa Methuk yang positif COVID-19) saat ini menjalani isolasi mandiri di rumahnya," terang Agnes.

Lihat juga Video: 35 Santri di Boyolali Kena Corona Usai Terima Tamu dari Kudus

[Gambas:Video 20detik]



(ams/ams)