Puluhan Santri Reaktif Corona, Ponpes Syafi'i Akrom Pekalongan Lockdown

Robby Bernardi - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 14:22 WIB
Santri di Ponpes Syaii Akrom Kota Pekalongan dites swab antigen usai acara Haflah Akhirussanah. Usai acara itu ada puluhan santri reaktif sehingga Ponpes Syafii Akrom dilockdown lokal, Selasa (15/6/2021).
Santri di Ponpes Syai'i Akrom Kota Pekalongan dites swab antigen usai acara Haflah Akhirussanah. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kota Pekalongan -

Pondok Pesantren (Ponpes) Syafi'i Akrom di Kota Pekalongan, Jawa Tengah saat ini dilakukan lockdown lokal. Hal ini dilakukan usai ada temuan puluhan santri yang reaktif saat dites swab antigen virus Corona atau COVID-19.

"Iya di pondok pasti, kita lockdown dulu. Lockdown lokal pondok, sampai semuanya santri dinyatakan negatif," kata Walikota Pekalongan, Ahmad Afzan Arslan Djunaid saat meninjau pelaksanaan tracing dan testing di Ponpes Syafi'i Akrom, Selasa (15/6/2021).

Tes swab antigen ini digelar usai Ponpes Syafi'i Akrom menggelar Haflah Akhirussanah, Senin (14/6) malam. Acara yang dihadiri ratusan santri itu digelar tanpa menerapkan protokol kesehatan dan berakhir dengan dibubarkan petugas.

Tim Satgas COVID-19 Kota Pekalongan kemudian melakukan tes swab antigen pada 106 santri dari total 750 santri/santriwati, dini hari tadi. Hasil sementara ditemukan ada 27 santri yang dinyatakan reaktif COVID.

Petugas kembali melakukan tes swab antigen terhadap 400 santri siang ini. Hasilnya ditemukan ada 38 santri yang reaktif Corona.

"Yang reaktif dilakukan isolasi mandiri, terus kita suplay obat/suplemen. Isolasi di sini, di pondok. Alhamdulillah masih ada tempat," terang Ahmad.

Pernyataan Pengurus Ponpes Syafi'i Akrom

Ditemui terpisah, Pengasuh Ponpes Syafi'i Akrom, Abdul Kholid, membenarkan acara Haflah Akhirussanah, Senin (14/6) malam dibubarkan petugas. Pihaknya pun memaklumi alasan pembubaran acara tersebut.

"Kita juga menghormati lah, apa yang dilakukan tim gugus tugas COVID, karena memang melakukan tugas negara. Tetapi di sini kita perlu terangkan dan jelaskan bahwa acara Haflah Akhirussanah ini bukan pengajian akbar, yang akbar itu sound system-nya," jelas Abdul.

Abdul menerangkan sebelum pandemi COVID acara Haflah Akhirussanah yang digelar setahun sekali itu selalu dihadiri hingga ribuan orang. Namun, di masa pandemi Corona ini, pihaknya mengklaim acara hanya diikuti kalangan internal.

"Kalau jumlah pengunjung hanya 750 dan itu adalah santri putra dan putri. Mereka setiap hari sudah bersosialisasi bersama di pondok," katanya.

"Mereka setiap hari bersosial bersama, dan di pondok ini ada poskestren (pos kesehatan pesantren) yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Insyaallah anak-anak kita sehat. Makanya kita meningkatkan iman dan imun," tambah Abdul.

(ams/sip)