Tragis! Bapak di Kendal Ajak Anak Bakar Diri Gegara Digugat Cerai Istri

Saktyo Dimas R - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 16:04 WIB
Adik ipar menunjukkan TKP bakar diri EP dengan anaknya di Kendal. Peristiwa ini dilakukan pada Minggu (13/6/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.
Adik ipar pelaku menunjukkan TKP bakar diri EP dengan anaknya di Kendal (Foto: Saktyo Dimas R/detikcom)
Kendal -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria di Kendal, EP (28), nekat mengajak anaknya berusia 7 tahun bakar diri. Aksi nekat itu dilakukan karena istrinya, E (21) yang bekerja sebagai TKW di Hongkong menggugat cerai.

Peristiwa nahas itu dilakukan pada Minggu (13/6) kemarin. Aksi nekat pelaku dilakukan di rumah mertuanya di Kecamatan Patebon, Kendal.

"Kami kemarin Minggu (13/6) mendapat laporan Polsek Patebon ada kasus bakar diri bapak dan anak. Kejadiannya desa Kartika Jaya kecamatan Patebon," kata Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Tri Agung Suryomicho, yang ditemui detikcom di kantornya, Kendal, Senin (14/6/2021).

Agung menduga aksi nekat ini dilakukan karena masalah rumah tangga pelaku. Bapak satu anak itu tidak diterima diceraikan istrinya.

"Motif sementara diduga karena sang suami tidak terima diceraikan istrinya. Jadi dia nekat bakar diri dengan anaknya," terangnya.

Agung menerangkan nyawa bapak dan anak asal Kendal itu berhasil diselamatkan. Namun, pelaku mengalami luka bakar cukup serius.

"Keduanya bisa diselamatkan, bapak dan anaknya. Ya menderita luka bakar, terutama bapaknya cukup serius," tambahnya.

Saat ini kasus bapak mengajak anak bakar diri ini masih didalami polisi. Agung menyebut pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi untuk mendalami motif pria tersebut.

"Kami masih periksa saksi-saksi dan untuk motifnya yang sebenarnya, kami belum tahu. Kondisi bapak dan anak juga masih labil jadi belum bisa kami periksa," terang dia.

Pelaku Datangi Rumah Mertua Sambil Bawa Bensin

Sementara itu, adik ipar pelaku F, menyebut EP datang ke rumah orang tuanya dengan nada marah pada Minggu (13/6). Bapak satu anak itu kemudian meminta mertuanya untuk mencabut gugatan cerai istrinya yang sudah lima tahun ini bekerja di Hongkong.

"Dia (pelaku) datang sama keponakan saya sambil marah-marah gitu. Terus dia nyari bapak dan ibu sambil dia minta agar gugatan cerainya dicabut," kata F.

Saat itu, kata F, EP memeluk anaknya sembari membawa botol berukuran 1,5 liter berisi bensin. EP disebut marah-marah meminta gugatan cerai itu dicabut.

"Dia marah sambil peluk anaknya, di tangan kanannya itu dia pegang botol ukuran 1,5 liter yang isinya bensin. Dia terus ngomong kalau gugatan cerainya harus dicabut," terangnya.

Aksi nekat pelaku yang dilakukan di ruang tamu itu sempat diingatkan ayah mertuanya. Namun pesan itu tidak didengar pelaku yang sudah gelap mata.

"Bapak saya sampai bilang kepada dia, 'Ojo nekat kuwi kan bahaya. Tulung batalno niatmu kuwi mesakne anakmu'," ucap F menirukan ucapan bapaknya.

EP yang gelap mata kemudian mengguyurkan bensin ke seluruh tubuhnya dan anaknya. Dia lalu mengambil korek api.

"Dia nekat ambil botol isi bensin terus guyurin ke badannya dan badan anaknya. Lalu pelaku ambil korek api dan menyalakan di dekat pahanya sambil posisi dia duduk di sini," tambahnya.

Selanjutnya keterangan pihak RS soal luka yang dialami pelaku dan anaknya..

Simak juga 'Kurang Antisipasi Saat Nyalip, Guru di Purwakarta Tewas Terlindas Truk':

[Gambas:Video 20detik]