Kata Polisi Soal Viral Ojol di Solo Jadi Tersangka Usai Antar Dus Isi Miras

Ari Purnomo - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 20:23 WIB
ojol
Ilustrasi ojek online atau ojol. (Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Solo -

Seorang driver ojel online (ojol) di Kota Solo, Jawa Tengah viral setelah kisahnya menjadi tersangka usai mengantar kardus yang ternyata berisi miras beredar di media sosial. Wakapolresta Solo AKBP Deny Heryanto menjelaskan langkah polisi telah sesuai prosedur.

"Kalau sesuai prosedurnya barang siapa yang berkaitan dengan peredaran miras, penjualnya dan orang yang membawanya harus dimintai keterangan," jelas Wakapolresta Solo, AKBP Deny Heryanto, kepada detikcom, di Stadion UNS, Minggu (13/6/2021).

Deny mengungkap orang-orang berkaitan dengan miras itu, termasuk yang membawanya harus ikut bertanggungjawab. Meskipun, pihak pembawa mengaku tidak mengetahui barang yang dibawanya berisi miras atau barang terlarang.

"Ternyata setelah dicek oleh tim Sparta Polresta ternyata isinya miras. Dan sebenarnya, miras ini masuknya ke tipiring (tindak pidana ringan)," urainya.

"Jadi kalau dibilang tersangka saya agak-agak ragu," ucapnya.

Deny mengatakan si driver ojol kemungkinan akan tetap ikut dalam persidangan.

"Di sana dia nanti istilahnya memberikan keterangan kepada hakim, mengapa dia bisa sebagai kurir atau membawanya. Itu saja, kalau tersangka sih nggak," jelas Deny.

Diberitakan sebelumnya, postingan cerita seorang driver ojol di Solo dijadikan tersangka setelah kedapatan membawa kardus yang ternyata berisi miras anggur merah viral di media sosial.

Padahal, barang terlarang tersebut merupakan pesanan dari seseorang. Driver ojol itu mengaku tidak mengetahui isi kardus yang dibawanya ternyata miras.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka juga telah angkat bicara terkait kasus itu. Menurutnya terkait dengan peristiwa seorang driver ojol yang kedapatan membawa paket berisi minuman beralkohol merupakan bagian dari komitmen dan konsistensi Polresta dalam rangka mewujudkan Solo menjadi kota yang layak huni, aman, nyaman, damai, sejuk dan sehat.

"Sebagai tindak lanjutnya, terhadap driver ojek online tersebut kemudian oleh tim petugas patroli Sparta dibawa ke Mako Polresta Surakarta untuk dilakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut," ujar Gibran dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, hari ini.

Pemeriksaan akan dilakukan terhadap penjual minuman beralkohol tersebut maupun kapasitas driver ojol dalam peristiwa yang terjadi. Usai dimintai keterangan, driver ojol itu dipulangkan pada malam itu juga dari Polresta Solo. Driver ojol itu juga diberi surat tanda bukti penerimaan barang bukti.

"Dari hasil pendalaman dan penyelidikan yang dilakukan petugas, didapatkan fakta bahwa driver ojek online tersebut hanya dalam kapasitas sebagai jasa kurir pengantar pesanan pembelinya (kapasitas saksi dalam peristiwa tersebut)," lanjut Gibran.

(sip/sip)