Urban Legend

Kisah Misteri Suara-suara di Pasar Bubrah Jalur Pendakian Merapi

Ragil Ajiyanto - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 15:39 WIB
Gunung Merapi dilihat dari Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (13/6/2021).
Gunung Merapi dilihat dari Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (13/6/2021). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok remaja mendaki di Gunung Merapi viral di media sosial pekan kemarin. Para remaja itu menyebut sedang berada di Pasar Bubrah.

Pasar Bubrah merupakan sebuah tempat atau area lapang di kawasan sebelum puncak Gunung Merapi. Tempat itu menyimpan kisah yang konon menyebut ada kehidupan tak kasat mata hingga akhirnya disebut Pasar Bubrah.

"Sebenarnya bukan Pasar Bubrah, tapi Pasar Bubar," kata salah seorang tokoh masyarakat Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Mujiono, kepada detikcom Minggu (13/6/2021).

Mujiono memulai ceritanya dengan mengungkap penuturan para sesepuh. Konon ketika warga akan naik ke puncak Gunung Merapi saat momen sedekah gunung, mereka akan mendengar suara ramai bak pasar di lokasi tersebut.

"Zaman ratu, cerita para sepuh dahulu, warga yang mengadakan sedekah gunung, ketika naik pada tengah malam sampai atas kan pagi. Sebelum sampai di Pasar Bubar itu mendengar banyak suara-suara orang seperti di pasar dari arah atas. Sampai di tempat itu sepi, nggak ada orang, tinggal bekas-bekasnya saja seperti di pasar, seperti pincuk, bekas-bekas orang jajan. Maka kemudian disebut pasarnya sudah bubar, pasar bubar. Sampai sekarang," jelas mantan Kepala Dusun Samiran ini.

Dia juga mengungkap kisah lain tentang Pasar Bubar atau Pasar Bubrah. Kala itu, tutur Mujiono, ada seorang turis asing yang melihat kereta kencana saat turun dari pendakian Gunung Merapi. Turis itu sempat menanyakan soal penampakan kereta kencana itu pada pemandunya.

"Juga ada yang mendengar suara kuda mbeker (berteriak) dan melihat sosok orang tua berjubah dan berjenggot," kata dia.

"Orang tua berjenggot itu oleh warga yang disebut Mbah Simbar Joyo," lanjut Mujiono.

Diwawancara terpisah, seorang pemandu wisata yang biasa mendampingi wisatawan mencaki Gunung Merapi, Sukardi, mengaku belum pernah menjumpai atau belum pernah mengalami pengalaman mistis di Gunung Merapi. Namun dia percaya hal-hal gaib memang ada di sejumlah tempat.

Dia menyarankan kepada para pendaki Gunung Merapi untuk berdoa sebelum berangkat. Selain itu para pendaki juga diminta senantiasa bersikap baik selama berada di Gunung Merapi.

"Di semua tempat gaib itu pasti ada, maka sebelum berangkat berdoa dulu, kemudian permisi dan melakukan yang positif saja (selama mendaki)," sarannya.

Simak juga 'Pasca Erupsi Merapi, Terpal Penutup Borobudur Dibuka Kembali':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)