Heboh Pesan Berantai soal Varian Baru Corona di Kudus, Ini Faktanya

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 20:15 WIB
Pesan berantai temuan varian baru Corona di Kudus
Pesan berantai soal temuan Corona asal India di Kudus (Foto: dok. tangkapan layar/ist)
Kudus -

Sebuah pesan berantai adanya temuan varian baru virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah bikin heboh. Varian baru COVID-19 itu disebut-sebut berasal dari India. Seperti apa faktanya?

Pesan tersebut menyebutkan sejumlah sampel pasien positif COVID-19 yang telah diperiksa menunjukkan ada varian baru berasal dari India atau disebut delta.

"Untuk teman2 di Kudus lebih berhati-hati nggih, 28 dari 34 yang diperiksa di FK UGM terbukti varian baru dari India (delta)," begitu bunyi pesan berantai tersebut seperti dilihat detikcom, Sabtu (12/6/2021).

Dimintai konfirmasi, Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Mas'ut mengatakan belum ada informasi resmi terkait hasil sampel yang diuji untuk melacak penyebab lonjakan di Kudus. Pihaknya masih menunggu hasil dari uji sampel pasien positif COVID-19 asal Kudus dari Kementerian Kesesehatan.

"Belum ada kabar resmi," jawab Mas'ut singkat saat dimintai keterangan soal pesan berantai tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sudah mengambil 75 sampel pasien positif Corona di Kudus. Pengambilan sampel ini untuk diselidiki apakah ada temuan varian baru Corona di Kudus.

"Untuk pemeriksaan whole genome sequencing sudah kita ambi, kita tunggu ambilnya. Kita ambil 75 sampel," kata Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen P2P Kementerian Kesehatan dr. Prima Yosephine kepada wartawan ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (4/6).

"Untuk menentukan apakah ada varian baru. Kan orang positif kita pastikan apakah sudah ada varian baru apa belum. Jadi beberapa kita ambil," sambung Prima.

Prima menjelaskan diperkirakan dua minggu lagi hasil tersebut baru bisa diketahui. Disebutkan sejauh ini belum ada temuan varian baru dari virus Corona.

"Sudah mungkin 2 minggu akan baru diketahui. Ada yang lalu, sekitar 2 minggu baru diketahui. Sejauh ini belum (belum ada varian baru dari COVID-19)," jelas.

(ams/ams)