So Sweet! Viral Bocah SD di Sleman Tulis Surat Saat Minta Jambu Tetangga

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 13:05 WIB
Bocah SD di Sleman tulis surat untuk minta buah jambu milik tetangganya, Rabu (9/6/2021).
Bocah SD di Sleman tulis surat untuk minta buah jambu milik tetangganya, Rabu (9/6/2021). (Foto: tangkapan layar akun TikTok @yulia_arsen_mahes)
Sleman -

Kisah tentang bocah SD yang menulis sepucuk surat untuk meminta buah jambu milik tetangganya di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) viral di media sosial. Seperti apa kisahnya?

Kisah bocah tersebut menjadi viral setelah dibagikan oleh pemilik pohon jambu lewat video di akun TikTok @yulia_arsen_mahes (13/5). Pemilik akun tersebut diketahui bernama Yulia Wulandari warga Wedomartani, Ngemplak, Sleman.

"Peristiwa awalnya itu tanggal 12 Mei, sesuai yang pertama kali posting itu sekitar jam 3 sore ditempel pakai isolasi. Nah itu kita habis pergi semua, terus begitu pulang buka pagar ada tulisan itu. Tulisan yang di kertas itu. Tengak-tengok, kanan kiri kok nggak ada orang," kata Yulia saat dihubungi wartawan, Rabu (9/6/2021).

Ia terkesan dengan cara meminta jambu yang dilakukan anak SD itu. Diketahui, bocah SD dalam video itu bernama Sidik dan merupakan tetangganya.

"Terus berkesan banget sih anak SD itu sopan banget minta kayak gitu dan itu langsung ditempelin gitu. Kebetulan satu jam (setelah pulang) anak itu datang. Namanya Sidik. Anaknya sopan, seneng banget ketemu dia," ungkapnya.

Meski sempat bingung, dia mengaku terkesan dengan sikap Sidik yang bahkan sampai menuliskan ciri-ciri buah jambu mawar yang dimintanya.

"Sempat bingung, maksudnya di depan rumah itu jarang banget namanya anak-anak. Walaupun anak-anak itu nggak sampai yang nulis kayak gitu. Nah ini kok anaknya sopan banget, sampai dia itu detail ngasih tahu ciri-ciri jambu mawarnya," ungkap perempuan yang bekerja sebagai perawat di RS Bethesda itu.

Yulia juga mengutarakan maksudnya membuat video tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Sidik bisa menjadi contoh bagi yang lainnya.

"Ya biar buat contoh yang lainnya maksudnya di zaman sekarang kan jarang banget anak kayak gitu. Mungkin 1 banding 9 ya. Terus bisa buat contoh untuk adik-adik yang lain," pungkasnya.

(sip/mbr)