Suasana Terkini Kudus yang Diamuk Corona pada Hari Terakhir 'di Rumah Saja'

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 11:01 WIB
Suasana hari terakhir imbauan di rumah saja, Kudus, Rabu (9/6/20210).
Suasana hari terakhir imbauan di rumah saja, Kudus, Rabu (9/6/20210). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menjadi daerah zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Di sisi lain, hari ini merupakan terakhir berlakunya imbauan di rumah saja. Lalu bagaimana suasana di Kota Kudus.

Dari pantauan detikcom di Simpang Tujuh Kudus arus lalu lintas ramai kendaraan, Rabu (9/6) pukul 09.50 WIB. Baik roda dua maupun roda empat.

Di Jalan Jendral Sudirman pun sama masih banyak aktivitas warga di luar rumah. Hal tersebut terlihat dengan masih ramainya kendaraan yang melintas.

Sedangkan di pusat oleh-oleh Kudus masih tampak sepi. Pedagang soto khas Kudus di Taman Bojana masih sepi. Belum ada pembeli yang datang ke kuliner khas Kudus tersebut.

"Imbauan di rumah saja memang diperpanjang, alhamdulillah masyarakat kita sadar dan paham. Saya ucapkan terima kasih warung-warung, toko-toko dengan sadar menutup diri walaupun tidak memerintah menutup di sektor perekonomian, tapi mereka sendiri bisa menutup diri karena dengan di rumah saja," kata Bupati Kudus, Hartopo kepada wartawan di Kudus, Rabu (9/6/2021).

Suasana hari terakhir imbauan di rumah saja, Kudus, Rabu (9/6/20210).Suasana hari terakhir imbauan di rumah saja, Kudus, Rabu (9/6/20210). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)

Hartopo mengatakan dengan perpanjangan imbauan di rumah saja diharapkan dapat memutus penyebaran virus Corona di Kudus. Menurutnya pusat keramaian seperti pasar, mal, dan rumah makan diperbolehkan buka. Namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Perpanjangan Senin, Selasa, Rabu ini dengan harapan, masyarakat boleh beraktivitas, boleh, kita tidak melarang. Tapi setelah bekerja di rumah saja, kalau tidak ada hal yang urgent. Tidak usah keluarlah, masa di Kudus seperti ini terus," ungkapnya.

Hartopo mengajak seluruh masyarakat Kudus untuk bersama-sama memutus penyebaran virus Corona. Kebijakan imbauan di rumah saja masih dikaji, apakah diperpanjang apa tidak.

"Maka kita harus bersama-sama untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. (Terkait dengan imbauan di rumah saja) Insyaallah kita lihat, ada pertimbangan dari kita dari pusat, nanti seperti ini tidak memutuskan sendiri. Kalau memang pantau di sana diperlukan ini yang terakhir," pungkasnya.

Simak video 'Ganjar Jelaskan Lonjakan Corona di Jateng Meluas ke 8 Daerah':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)