Kudus Zona Merah Corona, Kasus Positif Tambah 364 Hari Ini

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 19:16 WIB
Rusunawa Bakalan Krapyak tempat isolasi warga terkonfirmasi positif Corona atau COVID-19 di Kudus, Minggu (6/6/2021).
Rusunawa Bakalan Krapyak tempat isolasi warga terkonfirmasi positif Corona atau COVID-19 di Kudus, Minggu (6/6/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Kudus -

Kabupaten Kudus menjadi daerah dengan angka tertinggi penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Jawa Tengah. Tercatat hari ini ada penambahan kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 364 orang.

"Hari ini angkanya (penambahan kasus baru) 364 orang," kata Plh Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mas'ud, kepada wartawan ditemui usai meninjau Rusunawa Bakalan Krapyak, Minggu (6/6/2021).

Menurutnya, kenaikan yang tajam tersebut karena ada tambahan data beberapa hari lalu. Terlebih, kata dia, tes COVID-19 tidak hanya dilakukan di RSUD Kudus, melainkan juga di Labkes (Laboratorium Kesehatan) Semarang.

"Saya kira itu merupakan akumulasi beberapa (hari), tidak hanya hari ini saja, karena pelaksanaan tes PCR dilaksanakan baik di RSUD dan dibawa labkesnas di provinsi," ucap Mas'ud.

"Itu hari sebelumnya, tumpukan-tumpukan dari hari sebelumnya. Tidak mutlak hari ini," lanjut dia.

Dengan adanya penambahan kasus baru, kini ada 1.694 orang yang terkonfirmasi aktif positif COVID-19. Terdiri dari 414 orang dirawat di rumah sakit dan 1.280 orang menjalani isolasi mandiri.

"Lalu kasus sembuh itu ada 278 orang yang sembuh dari positif COVID-19 dan 18 orang meninggal dunia," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Kini jumlah desa yang zona merah bertambah menjadi 60 desa.

"Arahan dan penekan (dari Pak Kapolri dan Panglima TNI) agar lebih bisa efektif, evaluasi harian harus segera diatasi. Terutama 60 desa yang zona merah saat ini," kata Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan di Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (6/6).

Hartopo menuturkan di 60 desa tersebut didirikan posko untuk memantau perkembangan lonjakan COVID-19. Dia pun meminta untuk desa yang zona merah untuk memberikan segera melaporkan.

"Itu posko sudah harus ada di sana dan penanganannya agar lebih intensif. Artinya evaluasi harian segera dilaporkan. Update data segera diketahui," ujar Hartopo.

Simak video 'Warga Kudus yang Isolasi Mandiri Dievakuasi ke Donohudan':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)