100 Hari Gibran Wali Kota, PKS: Belum Ada Kebijakan Genuine!

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 13:30 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka saat meninjau menyekatan mudik di Simpang Tujuh Joglo, Sabtu (8/5/2021).
Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Masa pemerintah Gibran Rakabuming Raka telah memasuki 100 hari setelah dilantik sebagai Wali Kota Solo pada Februari lalu. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti keistimewaan atau privilege anak presiden hingga masalah Pasar Klewer.

Politisi PKS yang juga Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto, mengatakan masa 100 hari sebetulnya belum bisa menggambarkan kinerja pimpinan daerah secara utuh. Sebab Gibran hanya bisa meneruskan program yang telah disusun wali kota sebelumnya.

"100 hari itu wali kota terpilih belum bisa membuat satu kebijakan genuine versi dia karena masih mengikuti anggaran wali kota lama. Mas Gibran hanya melanjutkan apa yang sudah dirintis wali kota sebelumnya tapi dengan gaya dia, seperti lebih menggunakan medsos," kata Sugeng saat dihubungi detikcom, Sabtu (5/6/2021).

Namun dia tidak menampik adanya percepatan dari rencana wali kota sebelumnya, seperti pembangunan rel layang Palang Joglo. Hal ini disebabkan Gibran Rakabuming Raka memiliki keistimewaan sebagai anak Presiden Joko Widodo.

"Misal membangun rel layang Joglo itu yang merintis wali kota lama. Tapi Mas Gibran punya potensi besar, karena punya semacam privilege. Banyak menteri ke solo, menawarkan apa yang bisa dibantu. Itu bisa dihimpun menjadi potensi untuk menyelesaikan masalah di Solo," kata dia.

Salah satu persoalan yang dia soroti ialah kondisi Pasar Klewer semakin sepi. Masalah itu sudah terlihat sejak sebelum pandemi.

"Klewer itu problem besar kalau nggak ditangani sistematis. Sejak sebelum pandemi nggak lagi kumandhang (terkenal), tambah diterpa pandemi semakin kasihan. Tambah lagi adanya pedagang mobil yang merugikan pedagang di pasar," ujarnya.

Dia belum melihat Gibran memiliki solusi untuk masalah Klewer. Sugeng pun menyarankan agar Gibran menggandeng kementerian untuk menyelesaikan masalah itu.

"Gandeng Kemendag untuk support ke situ, gandeng kementerian untuk support pedagang. Itu baru lompatan cantik. Tapi itu masih belum terlihat," tutupnya.

Lihat Video: Puji Cak Imin Bertemu Gibran: Wali Kota Inspiratif Dunia!

[Gambas:Video 20detik]



(bai/mbr)