Nestapa di Kabupaten Kudus dalam Sepekan Saat Dirundung Amuk Corona

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 08:08 WIB
Kasus COVID-19 melonjak di Kudus, Jawa Tengah. Akibatnya, sejumlah pasien harus antre di rumah sakit untuk dapat masuk IGD RSUD Dr. Loekmono Hadi.
Pasien antre masuk IGD rumah sakit di Kudus. (Foto: ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)
Kudus -

Kabupaten Kudus menjadi zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19 dalam sepekan ini. Kudus menjadi daerah penyebaran kasus tertinggi di Jawa Tengah. Lalu seperti apa kondisi Kudus dalam sepekan ini?

Satgas Penanganan COVID-19 pun menyebutkan terjadi lonjakan kasus Corona di Kudus dalam sepekan ini. Disebutkan kenaikan lonjakan kasus mencapai 30 kali lipatnya.

"Kudus mengalami kasus positif secara signifikan dalam satu minggu, yaitu naik lebih dari 30 kali lipat. Dari kasus menjadi 929 kasus. Ha ini menjadikan kasus di Kudus menjadi sebanyak 1.280 kasus atau 21,48 persen dari total kasus positifnya. Ini adalah angka yang cukup besar bila dibandingkan kasus aktif nasional yang hanya 5,47 persen," kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers virtual, Jumat (4/6).

Rumah sakit penuh

Wiku menjelaskan adanya kenaikan kasus COVID-19 menyebabkan sejumlah tempat tidur ruang isolasi dan ICU rujukan COVID-19 penuh. Menurutnya kondisi tersebut cukup memprihatinkan.

"Adanya kenaikan kasus positif ini menyebabkan tempat tidur ruang isolasi dan ruang ICU rujukan di COVID-19 mengalami kenaikan tajam. Bahkan per tanggal 1 Juni lebih dari 90 persen dari seluruh tempat tidur terisi. Ini adalah kondisi yang sangat memprihatinkan," lanjutnya.

Banyak korban dikirim rawat ke Semarang

Banyak pasien dari Kudus dirujuk ke Semarang. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan hampir 37 persen pasien Corona yang ditangani di Kota Semarang berasal dari luar kota. Pasien dari Kudus memang yang paling banyak dirujuk karena di sana memang peningkatan jumlah kasus masih tinggi.

"Jadi kalau hari ini 678 (pasien yang dirawat), berarti 428 dari Kota Semarang, luar kota 250 orang, ya hampir 37 persen. Paling banyak Kudus 66 orang, Demak 46 orang, Grobogan 21 orang, Kabupaten Semarang 18 orang, Kendal 18 orang, dan Pati 14 orang," kata Hakam di sela pembukaan vaksinasi drive thru di kawasan Simpang Lima, Semarang, Kamis (3/6).

Antre Pemakaman, Petugas Kewalahan

Lonjakan kasus Corona juga menyebabkan kenaikan angka kematian. Proses pemakaman jenazah dengan protokol kesehatan pun pecah rekor. Dalam sehari ada 32 kematian. Hal tersebut menyebabkan sempat terjadi antrean pemakaman jenazah dengan protokol kesehatan karena keterbatasan petugas pemakaman.

"Ini dua hari ho, kita sudah waiting list pagi itu sudah delapan, ini (siang) sudah 12 jenazah. Ini kan repot. Ini sudah waiting list belum sampai siang," kata Tim pemulasaraan jenazah RSUD dr Loekmonohadi Kudus, Syaiful Anas kepada wartawan, Rabu (2/6).


Selanjutnya: 42 desa ditutup, 358 nakes terpapar!

Lihat Video: Satgas: Penyebab Lonjakan Kasus di Kudus Adalah Ziarah Keagamaan

[Gambas:Video 20detik]