358 Nakes Kena Corona, Rumah Sakit di Kudus Butuh Bantuan!

Dian Utoro Aji - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 14:02 WIB
Ilustrasi Tenaga Medis COVID-19
Tenaga kesehatan Corona. (Foto: Ilustrasi: Luthfy Syahban)
Kudus -

Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terkena virus Corona atau COVID-19. Sejumlah rumah sakit pun mengaku kekurangan nakes sehingga membutuhkan bantuan personel.

"Semakin meningkatkan pasien di semua rumah sakit, RSUD Kudus, Mardi Rahayu, RSI, RS Kumala Siwi ini memang banyak terpapar karena COVID-19. Tenaga kami butuhkan khusus untuk itu (nakes)," kata Direktur RSUD dr Loekmonohadi Kudus, Abdul Aziz Achyar, saat ditemui usai apel besar di Alun-alun Kudus, Jumat (4/6/2021).

Menurutnya rumah sakit di Kudus membutuhkan nakes yang cukup banyak. Apalagi masih ada peningkatan kasus COVID-19.

"Pertama tenaga penyakit dalam, kemarin dapat provinsi, kedua dokter paru. Sebagian ada dokter umum. Intinya sudah ditindaklanjuti. Kemarin empat orang dokter spesialis paru dan penyakit dalam. Dan ini proses nakes perawat sudah dikirim, pertama ada 13 perawat ini ada 30 orang," terang Aziz.

"Karena pada hari ini 170 tempat tidur kita akan naikkan menjadi 212 dan itu membutuhkan perawat yang luar biasa tenaga," sambung dia.

Aziz menjelaskan sudah mendapatkan bantuan nakes dari provinsi dan pemerintah pusat. Menurutnya jumlahnya sampai saat ini masih belum mencukupi untuk rumah sakit di Kudus.

"Belum mencukupi, karena kemarin ada perawat RS Mardi Rahayu masih membutuhkan 30 orang, RSUD masih membutuhkan 40 orang ya. Kemudian beberapa rumah sakit dokter umum juga membutuhkan karena banyak yang terpapar. Seperti RS Aisyah, RS Kumala Siwi," ungkapnya.

Aziz menjelaskan pihak rumah sakit terus mengevaluasi terkait pelayanannya. Mulai dari pelayanan di IGD hingga penetapan zona merah di ruang isolasi.

"Pertama tentang penetapan zona merah di ruang isolasi sehingga jelas mana yang harus ini, sebagainya. Keduanya ketika ada dokter spesialis kekurangan maka dokter umum bisa dilibatkan dengan sistem delegasikan. Sehingga kekurangan tenaga bisa teratasi," jelasnya.

"Tidak kalah penting adalah tenaga dokter, APD level pertama sudah mendapatkan bantuan sudah banyak," lanjut dia.

Diwawancara terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nasiban, menambahkan jumlah nakes yang terpapar hingga 3 Juni 2021 bertambah menjadi 358 nakes.

"Daftar tenaga kesehatan yang terkonfirmasi COVID-19 per 3 Juni ada 358 nakes. Terdiri dari 30 dirawat, 307 nakes menjalani isolasi mandiri dan sembuh 21 nakes," kata Nasiban saat dihubungi detikcom siang ini.

Lihat Video: Kasus Corona Kudus Melejit, Ada Sebaran Mutasi Baru?

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)