Muncul Klaster Pasar di Pemalang, 34 Warga Positif Corona

Robby Bernardi - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 15:20 WIB
Muncul kasus Corona klaster pasar di Pemalang. 34 warga positif virus Corona atau COVID-19, Jumat (4/6/2021).
Muncul kasus Corona klaster pasar di Pemalang. 34 warga positif virus Corona atau COVID-19, Jumat (4/6/2021). Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pemalang -

Muncul kasus Corona klaster pasar di Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Sebanyak 34 warga positif virus Corona atau COVID-19.

"Sudah ada 34 kenaikan kasus dalam 3 hari. Satu RW, tapi RT-nya yang berdekatan. Yang paling banyak di Dusun Jatisari, saya kira klaster pasar," kata Kepala Puskesmas Watukumpul, Muhammad Maezy, Jumat (4/6/2021).

Menurutnya, puluhan warga itu mengalami gejala yang mirip setelah pulang dari pasar di Desa Majalangu, Kecamatan Watukumpul.

"Gejalanya sama. Mereka pulang dari pasar satu-dua hari, panas, pusing, greges-greges, dan hilang daya baunya," jelas Maezy.

Saat ini, Satgas COVID-19 Kecamatan Watukumpul terus melakukan tracing, testing dan treatment. Sejak adanya klaster pasar Desa Majalangu ini, kegiatan pasar dihentikan. Satgas juga melakukan swab antigen di ruko-ruko sekitar pasar.

Sedangkan kondisi di Dusun Jatisari, tidak jauh dari pasar Desa Majalangu, dilakukan penutupan sementara akses jalan. Hal ini dilakukan agar warga yang tengah isolasi mandiri tidak keluar dari dusun dan mencegah orang luar masuk ke dusun setempat. Untuk kebutuhan setiap harinya, warga setempat bergotong royong menyuplai kebutuhan puluhan warga.

Camat Watukumpul, Umroni, menjelaskan penutupan jalan tersebut atas inisiatif warga sendiri dan pihak desa.

"Sudah dua hari ini (jalan ditutup). Inisiatif warga sini sendiri dan pihak desa. Kalau yang di sini ada 20 warga yang terkonfirmasi, yang lain masih satu RW," kata Umroni saat meninjau jalan yang ditutup.

"Kebutuhan sehari-hari disediakan warga dan pihak desa dengan program Jogo Tonggo," imbuhnya.

Namun demikian, Umroni enggan menyebut upaya warga dan pihak desa ini sebagai lockdown.

"Bukan lockdown ya, ini isolasi mandiri yang diperketat saja. Dan itu atas inisiatif warga sendiri," ucapnya.

Simak juga Video: Suasana Lockdown Klaster di Cilangkap saat 97 Warga Positif Covid-19

[Gambas:Video 20detik]




(rih/sip)