Cerita Pasutri Calon Haji di Kulon Progo, 3 Kali Batal ke Tanah Suci

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 13:13 WIB
Suasana pelayanan haji dan umroh di Kantor Kementerian Agama, Kulon Progo, DIY, Jumat (4/6/2021).
Suasana pelayanan haji dan umroh di Kantor Kementerian Agama, Kulon Progo, DIY, Jumat (4/6/2021). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom
Kulon Progo -

Pemerintah telah memutuskan pemberangkatan haji tahun 2021 ditiadakan. Calon jemaah haji (Calhaj) asal Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pun mengaku kecewa karena sudah tiga kali batal ke tanah suci, dua di antaranya gara-gara pandemi virus Corona atau COVID-19.

Hal ini dialami calhaj Anita Fajar Rianti (38) dan suaminya Edi Wundartono (38). Warga asal Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan ini telah mendaftar haji pada 2011 silam. Keduanya pun dijadwalkan berangkat pada 2019 lalu, namun mereka menunda keberangkatan pada 2020 karena Edi harus menjalani pendidikan profesi polisi.

"Rasanya ya sedih, ini ketiga kalinya gagal. Pertama 2019 enggak karena suami ternyata harus menempuh pendidikan lanjutan polisi, kemudian 2020 gagal karena pandemi, dan tahun ini juga sama," ujar Anita saat ditemui di Wates, Kulon Progo, Jumat (4/6/2021).

"Sampai bulan puasa kemarin masih berharap (bisa berangkat haji). Apalagi melihat kondisi pandemi berangsur membaik. Berjalannya waktu sampai kemarin keluar pernyataan pemerintah (haji dibatalkan), ya udah memang belum rezekinya ke sana," sambungnya.

Anita mengaku kecewa dengan pembatalan Haji 2021 ini, sebab dia mengaku sudah membeli sejumlah perlengkapan hingga latihan fisik. Meski begitu, dia sadar situasi pandemi COVID-19 ini memang menjadi salah satu alasan pemerintah membatalkan Haji 2021.

"Kita kan ada grup rombongan haji itu, saling share informasi tentang haji. Di grup ya pasrah semua, mau gimana lagi, manut sama pemerintah," ucapnya.

Dia pun berharap pandemi ini segera berakhir sehingga pada tahun depan mimpinya berangkat ke tanah suci bisa terealisasi.

"Semoga tahun depan bisa ya," harap Anita.

Ada 253 Calhaj Asal Kulon Progo Batal Berangkat Haji 2021

Kementerian Agama (Kemenag) Kulon Progo menyebut sudah dua kali ini para calon jemaah haji batal berangkat ke tanah suci. Beberapa di antaranya pun mencabut biaya pelunasan berhaji.

"Iya ada beberapa jemaah yang mencabut biaya pelunasan, bukan biaya pendaftaran," tutur Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo Ahmad Fauzi, hari ini.

Fauzi menyebut total calon haji dari Kulon Progo yang sedianya berangkat pada tahun ini sebanyak 253 orang. Mereka merupakan calon haji yang seharusnya berangkat pada 2020 lalu tapi urung terlaksana karena pandemi.

"Jadi 253 ini adalah calhaj 2020, mestinya mereka berangkat tahun itu, tapi karena ada pembatalan akhirnya ditunda tahun ini. Tapi tahun ini juga dibatalkan keberangkatannya. Dari jumlah itu 3 orang meninggal, dua di antaranya sudah mengajukan pelimpahan porsi dan satu masih menunggu," jelasnya.

Fauzi menyebut meski sudah mencabut uang pelunasan, para calon haji itu masih berhak untuk berangkat dengan syarat melunasi biaya sesuai ketentuan yang berlaku.

"Sehingga yang seperti ini pun (mencabut biaya pelunasan) sebetulnya masih berhak untuk berangkat di tahun berikutnya dengan kembali melunasi biaya," ujarnya.

Dia pun berharap para calon haji bisa bersabar. Sebab, alasan pembatalan pemberangkatan jemaah haji ini merupakan upaya melindungi keselamatan di masa pandemi COVID-19.

"Keselamatan jiwa merupakan aspek yang wajib diutamakan, Undang-Undang No 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah juga memberikan amanah kepada pemerintah untuk melaksanakan tugas perlindungan. Karenanya, faktor kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah menjadi faktor utama," jelasnya.

(ams/mbr)