Polisi Buru Pembuat Balon Udara yang Jatuh di Dekat Bandara Solo

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 14:35 WIB
Balon udara yang jatuh di dekat Bandara Adi Soemarmo, Solo
Balon udara yang jatuh di dekat Bandara Adi Soemarmo, Solo (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Polisi kini memburu pembuat balon udara berukuran besar yang jatuh di dekat Bandara Adi Soemarmo, Solo. Balon udara itu diduga diterbangkan dari luar Boyolali.

"Saya sudah meminta dari Satintel dan Satreskrim untuk lidik," ujar Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond kepada detikcom, Senin (31/5/2021).

Morry menduga balon udara berukuran raksasa yang terbuat dari plastik raksasa itu bukan berasal dari Boyolali. Sebab, selama ini tidak ada tradisi warga menerbangkan balon udara di Boyolali.

"Tapi saya memastikan bahwasanya untuk balon udara ini bukan dari warga Boyolali, karena saya memonitor untuk tradisi membuat balon udara itu di Boyolali tidak ada. Dan itu (larangan menerbangkan balon udara) sudah lama disosialisasikan oleh Lanud, terutama kita di sini kan ada Lanud, ada jalur penerbangan sipil, kemudian juga ada pangkalan udara militer, sehingga saya rasa itu bukan dari warga kita (Boyolali)," kata Morry.

Morry menyebut menerbangkan balon udara melanggar sejumlah aturan yakni Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 47 Tahun 2016, Permenhub No 180 Tahun 2015 tentang pengendalian pengoperasional sistem pesawat udara tanpa awak.

"Dan yang paling kuat untuk aturannya adalah Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) bagian 101 tentang balon udara yang ditambatkan, layang-layang, roket tanpa awak, dan balon udara bebas tanpa awak. Ini masuk," jelas dia.

Selain itu, ada juga UU nomor 34/2004 tentang TNI, karena di Adi Soemarmo, juga ada pangkalan militer. Pihak Lanud, lanjut Morry, juga sudah berulang kali mengeluarkan surat edaran tentang larangan menerbangkan balon udara tersebut.

"Maka pada kesempatan ini saya mengimbau kepada masyarakat Boyolali dan sekitarnya. Bukan hanya yang dari Boyolali saja, terutama yang sekitarnya, sebaiknya tradisi (menerbangkan) balon udara ini ditiadakan atau diganti dengan tradisi lain yang lebih bermanfaat dan tidak berbahaya," imbau dia.

"Karena kita tahu juga di beberapa kabupaten sudah banyak terjadi kejadian, di tahun lalu juga banyak kejadian, balon udara itu ke rumah penduduk kemudian terbakar. Kemudian ada yang mengganggu jalur penerbangan sipil. Itu juga berulang-ulang terjadi," terangnya.

Pihaknya pun berharap agar tidak ada lagi warga yang menerbangkan balon udara di area Solo Raya. Sebab, keberadaan balon udara membahayakan penerbangan.

"Saya berharap mudah-mudahan di wilayah Boyolali dan sekitarnya, termasuk Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, terutama yang di sekitar Bandara Adi Soemarmo, saya minta untuk tidak ada lagi yang membuat tradisi-tradisi yang malah berbahaya seperti itu," tutur Morry.

Lihat juga video 'Gedung Bhayangkari di Trenggalek Terbakar Tertimpa Balon Udara':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman selanjutnya..

Selanjutnya
Halaman
1 2