Menkop UKM Lirik Konsep Tomira Kulon Progo untuk Warung Tradisional

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Jumat, 28 Mei 2021 17:34 WIB
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengunjungi salah satu gerai Tomira di Wates, Kulon Progo, Jumat (28/5/2021).
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengunjungi salah satu gerai Tomira di Wates, Kulon Progo, Jumat (28/5/2021). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom
Kulon Progo -

Kehadiran Toko Milik Rakyat (Tomira) yang menghadirkan produk-produk UMKM lokal di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mendapat perhatian dari Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. Ia bahkan berencana mengadopsi sistem pengelolaan Tomira untuk menyelematkan pelaku UMKM yang terpuruk imbas pandemi virus Corona atau COVID-19.

"Saya kira ini memberikan kesempatan usaha kepada masyarakat, dan kami melihat model ini sebenarnya kalau kita kembangkan lebih lanjut bisa kita jadikan modeling untuk pengembangan di daerah lain, karena hampir sama di semua daerah warung-warung tradisional itu sekarang tidak bisa bersaing dengan jaringan ritel modern, padahal ini ada kekuatan ekonomi rakyat," kata Teten saat berkunjung ke Kulon Progo, Jumat (28/5/2021).

"Nah saya kira Tomira ini bisa jadi model bagaimana menyelamatkan warung-warung tradisional dengan konsep kemitraan, kami mungkin lebih tertarik mengembangkan koperasinya, koperasi multipihak untuk model ini," sambungnya.

Untuk diketahui Tomira merupakan merupakan toko berjejaring yang mengusung model pemberdayaan ekonomi lokal dengan kemasan modern. Diinisiasi Pemkab Kulon Progo, kehadiran Tomira bertujuan untuk menyelamatkan UMKM.

Mengusung tagline Bela Beli Kulon Progo, Pemkab telah mengeluarkan Perda No 11 tahun 2011 yang mengatur perlindungan pasar tradisional serta penataan pusat perbelanjaan dan toko modern. Dengan perda ini, semua minimarket modern dengan jarak kurang dari 1.000 meter harus menentukan pilihan, yaitu tak diperpanjang izin, tutup, atau diambil alih oleh koperasi.

Kini ada belasan minimarket modern di Kulon Progo yang berganti nama menjadi Tomira. Bekerja sama dengan koperasi setempat, minimal ada 20 persen produk lokal yang dijual di toko ini. Produk-produk itu di antaranya makanan ringan, kopi hasil bumi Kulon Progo, kecap, dan sebagainya.

"Saya kira kalau ini kita develop jadi konsep lebih baik lagi ini bisa jadi role model, nanti bisa dikembangkan jadi koperasi multipihak yang bisa dikerjasamakan. Saya kira ini sektor riil di mana koperasi harus kita perkuat dengan konsep Tomira," ucap Teten.

Sementara itu, Manager Lisence Indomarco Cabang Yogyakarta, Wahyu Hidayat, berharap ke depannya Tomira tidak sebatas menjual produk UMKM, tetapi bisa bermitra dengan dinas terkait dan pelaku UMKM untuk melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM agar produknya bisa memenuhi standar pasar.

"Bisa melalui seminar, pelatihan dan bantuan bagi pelaku UMKM, sehingga produk lokal Kulon Progo bisa masuk ke gerai toko di kabupaten lain," ujar Wahyu.

(rih/ams)