Kasus Corona dari Klaster Kampung di Sleman Bertambah Jadi 55

ADVERTISEMENT

Kasus Corona dari Klaster Kampung di Sleman Bertambah Jadi 55

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 16:12 WIB
Sleman -

Kasus positif virus Corona atau COVID-19 yang terjadi di Padukuhan Ngaglik, Kalurahan Caturharjo, Sleman, bertambah. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Sleman per hari ini terdapat tambahan 35 kasus positif Corona, sehingga total ada 55 kasus positif.

"Hasil swab (PCR) massal pada hari Sabtu (22/5) itu yang diambilkan 203 orang ternyata yang positif itu ada 35 orang berarti sekitar 17,5 persen dari yang diambil," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo saat dikonfirmasi, Selasa (25/5/2021).

Joko menjelaskan, saat ini sebagian besar warga yang positif telah dipindahkan ke fasilitas kesehatan darurat COVID-19 (FKDC) Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang.

"Sebagian besar dari 35 itu sudah proses untuk dievakuasi di Asrama Haji ataupun Rusunawa Gemawang," katanya.

Dijelaskan Joko, saat ini total kasus positif di Padukuhan Ngaglik ada 55 kasus. Rinciannya, kasus awal sebanyak 20 kasus positif dan dari kasus itu 1 orang meninggal dunia. Kemudian, setelah dilakukan swab massal untuk warga RT 01 dan RT 02 didapati tambahan 35 kasus positif.

"Total, 35 ditambah kasus awal kan 20 jadinya 55 (kasus positif COVID-19). Untuk yang meninggal 1 itu sebelumnya, artinya yang kasus awal. Tapi yang hasil kemarin itu sebetulnya gejala ringan semua," jelasnya.

Disinggung soal klaster, Joko menyebut penularan Corona di Padukuhan Ngaglik sebagai klaster padukuhan. Sebab, dinas kesulitan mengidentifikasi awal kasus penularan. Pasalnya, warga yang positif Corona tidak hanya tertular dari satu tempat atau satu kegiatan.

"Kalau disebut klaster apa, memang tidak bisa didefinisikan ya dalam arti karena klaster kampung ya gitu aja. Klaster padukuhan," katanya.

"Jadi kalau mau disebut ini klaster katakanlah ini klaster pengajian ya tidak bisa, karena tidak semuanya dari sana. Yang lebih tepat ya klaster kampung atau keluarga," tegasnya.

Lebih lanjut, berdasarkan pendataan Dinkes Sleman, kasus positif ini sudah ada sejak sebelum hari raya Idul Fitri.

"Kalau menurut saya dari pendataan kita itu sebelum Lebaran. Itu Sabtunya kok sudah ketemu satu kasus tanggal 8 Mei. Itu ketahuan di rumah sakit di Puri Husada, dirujuk salah satu rumah sakit kemudian yang meninggal itu di RSUD Merah Putih, Magelang," pungkasnya.

Sebelumnya, usai Idul Fitri kasus penularan COVID-19 muncul di Padukuhan Ngaglik, Kalurahan Caturharjo, Sleman. Belasan warga dinyatakan positif Corona.

Dukuh Ngaglik Agung Wahyu Riyanto membeberkan awal mula kasus ini muncul setelah momen Idul Fitri.

"Jadi awal kejadian itu setelah Lebaran," kata Agung kepada wartawan, Sabtu (22/5).

Kasus awal kata dia, bermula saat ada salah satu warga yang sakit dan kemudian dinyatakan positif setelah dirawat di RS Puri Husada.

"Kurang lebih ya itu tadi yang satu itu tadi tetanggaan terus ada satu warga kami di sini yang juga sudah sakit terus akhirnya masuk RSUD dan di rujuk ke RSUD Merah Putih akhirnya meninggal," jelasnya.

(rih/sip)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT