Polisi Gadungan di Kendal Tipu Daya Wanita hingga Belasan Juta Rupiah

Saktyo Dimas R - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 16:03 WIB
Rilis kasus penipuan berkedok polisi gadungan di Mapolres Kendal
Rilis kasus penipuan berkedok polisi gadungan di Mapolres Kendal (Foto: Saktyo Dimas R/detikcom
Kendal -

Polisi gadungan yang mengaku berpangkat Iptu dan bertugas di Polda Jawa Tengah, Bambang Prihatmono (38), ditangkap Polres Kendal. Bambang ditangkap karena telah memperdayai korbannya dan meraup duit belasan juta rupiah.

"Kami telah melakukan penangkapan terhadap seorang pria yang mengaku polisi berpangkat Iptu dan lulusan Akpol yang berdinas di Polda Jateng yang telah melakukan penipuan terhadap seorang wanita warga Kaliwungu," kata Wakapolres Kendal, Kompol Donny Eko Listianto, kepada wartawan, Selasa (18/5/2021).

Donny menyebut Bambang ditangkap di tempat persembunyiannya di salah satu hotel di kawasan Kendal. Warga Kampung Kertonegaran, Kelurahan Proyonanggan, Batang, itu memperdayai korban inisial DF (21).

"Tersangka kami tangkap di salah satu hotel di Kendal," terangnya.

Donny menyebut selama menjalin hubungan dengan tersangka, korban telah menyetorkan sejumlah uang maupun perhiasan. Korban teperdaya mulut manis tersangka yang berjanji akan menikahinya.

"Dengan bujuk rayu tersangka, korban yang dijanjikan mau dinikahi bersedia menyerahkan sejumlah uang dan perhiasan dengan nominal Rp 19 juta selama menjalin hubungan," jelasnya.

"Akan tetapi hanya bohong belaka dan hal tersebut dilakukan semata-mata agar korban bersedia menyerahkan uang dan perhiasan emas kepada tersangka," sambung Donny.

Donny menyebut perkenalan antara tersangka dengan korban terjadi di salah satu hotel di Kendal. Kala itu tersangka mengaku sebagai lulusan Akpol dan berstatus duda bernama Aji Pratama.

"Tersangka ini berkenalan dengan korban di sebuah hotel tempat kerja korban saat tersangka menginap. Tersangka mengaku polisi yang berstatus duda," tambahnya.

Sementara itu, tersangka Bambang mengaku sebagai polisi untuk mengelabui korbannya. Dia mengaku membeli seragam polisi di Yogyakarta seharga Rp 450 ribu.

"Saya beli baju seragam polisi di Yogyakarta seharga Rp 450 ribu untuk meyakinkan korban agar menuruti keinginan saya. Saya nggak pernah pakai seragam polisinya cuma saya taruh di mobil saja," kata Bambang di kesempatan yang sama.

Bambang menyebut duit hasil kejahatannya telah habis digunakan. "Uangnya sekarang ya sudah habis untuk keperluan hidup makan dan tinggal di hotel," akunya.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan dengan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 64 KUHP. Tersangka terancam hukuman 4 tahun penjara.

(ams/rih)