Pascalebaran, Ganjar Minta RS Siaga Antisipasi Lonjakan Kasus Corona

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 16:58 WIB
Ganjar Pranowo
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Foto: Pemprov Jateng)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta rumah sakit (RS) bersiaga untuk mengantisipasi lonjakan kasus virus Corona atau COVID-19 pascalibur Lebaran. Meski demikian hingga saat ini menurutnya belum ada lonjakan, namun tetap harus waspada dalam kurun waktu 14 hari.

"Saya minta rumah sakit siaga. Kadinkes dan sekda sudah saya minta menyiapkan. Kita menghitungnya 14 hari ke depan, apakah ada lonjakan pascalebaran atau tidak. Belum lagi dampak-dampak wisata yang belum selesai," kata Ganjar usai rapat bersama Presiden Joko Widodo secara virtual di kantornya, Senin (17/5/2021).

Menurut Ganjar, saat ini belum ada lonjakan kasus COVID-19 di Jawa Tengah namun ia meminta agar semua pihak tidak lengah. Data minggu ke-19 tahun ini, angka kasus COVID-19 Jateng justru menurun dibanding pekan sebelumnya.

"Jadi belum ada, karena masih menunggu 14 hari ke depan. Kalau data terakhir justru menurun," ujar Ganjar.

Ganjar juga menjelaskan langkah antisipasi penyebaran COVID-19 saat libur lebaran sudah dilakukan salah satunya menutup tempat wisata. Total ada 178 destinasi wisata di Jawa Tengah yang ditutup agar tidak ada kerumunan wisatawan.

"Ada 7 kabupaten kota yang menutup seluruh DTW (destinasi tempat wisata) yaitu Kabupaten Magelang, Kebumen, Wonogiri, Demak, Semarang, Batang dan Kota Pekalongan. Ada 13 daerah yang menutup sebagian," jelas Ganjar.

Wisata Waduk Kedungombo di Boyolali juga ditutup pascatragedi terbaliknya perahu yang menyebabkan sembilan orang meninggal.

"Terjadi musibah di Waduk Kedungombo Desa Wonoharjo Kemusu Boyolali karena tidak ada adanya SOP keselamatan dan fasilitas safety first kepada wisatawan, saat ini lokasi ditutup," tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, menyebut kasus Corona di wilayahnya pada pekan terakhir minggu ke-19 cenderung turun.

"Minggu terakhir minggu ke-19 cenderung turun," ujar Yulianto.

(rih/sip)