Terus Nambah, Klaster Corona di Sangon Kulon Progo Tembus 107 Orang

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 22:38 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Foto: Getty Images/BlackJack3D
Kulon Progo -

Satgas COVID-19 Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali melaporkan penambahan kasus Corona dari klaster Sangon. Tercatat ada 45 kasus baru, sehingga total penderita dari klaster yang diduga berawal dari kegiatan Musala itu kini mencapai 107 orang.

"Ada penambahan 45 kasus baru dari klaster Sangon, tambahan ini berdasarkan hasil swab test massal yang dilakukan Jumat (14/5/2021)," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati kepada wartawan, Sabtu (15/5/2021).

Baning menerangkan swab test massal itu diikuti 119 orang yang seluruhnya warga Dusun Kadigunung, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap. Dari jumlah itu 2 orang dinyatakan positif antigen, 43 positif swab PCR dan sisanya yakni 64 negatif.

Jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah mengingat masih ada 75 orang lagi yang menunggu keluarnya hasil swab. Adapun 75 orang itu merupakan warga Dusun Sangon I, Kalurahan Kalirejo, Kokap.

"Saat ini kami masih menunggu keluarnya hasil swab PCR dari 75 warga Sangon," ucap Baning.

Dengan tambahan kasus ini maka total penderita dari klaster Sangon telah mencapai 107 orang yang tersebar di empat dusun di Kokap yang saling bertetangga yakni, Sangon, 43 kasus; Kadigunung, 60; Tapen, 2 dan Tlogolelo, 2.

Sebelumnya Baning mengatakan sebagai upaya antisipasi penyebaran virus dari klaster Corona tersebut, telah dilakukan pembatasan ketat terhadap akses keluar masuk ke 4 wilayah tersebut dan penutupan tempat ibadah serta kegiatan kelompok masyarakat.

Pemerintah kalurahan dan unsur terkait lanjut Baning juga memberikan sembako kepada warga yang melakukan isolasi. Selain itu dilakukan pemeriksaan swab masal di Sangon dan Kadigunung oleh Puskesmas Kokap 1 dibantu SDM puskesmas sekitarnya.

Sebagai pengingat, Klaster Sangon pertama kali muncul pada 30 April 2021. Ketika itu sejumlah warga yang diketahui merupakan jamaah musala di wilayah Sangon, Kadigunung dan Tapen mengalami gejala COVID-19.

"Kami belum bisa duga sumbernya dari mana, tapi memang pada awal kasus beberapa dimulai dari kegiatan di musala di tiga wilayah tersebut. Namun dalam perkembangannya tidak hanya jemaah musala tersebut, tapi sudah menyebar ke masyarakat," ujar Baning.

(mbr/mbr)