WN China Masuk RI Saat Larangan Mudik, Aria Bima: Tak Bisa Disandingkan

Ari Purnomo - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 04:12 WIB
Aria Bima, Solo, Sabtu (20/2/2021).
Aria Bima di Solo, Sabtu (20/2/2021). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Warga negara asing (WNA) asal China ramai-ramai masuk ke Indonesia di tengah larangan mudik 2021 oleh pemerintah. Hal ini pun mendapatkan berbagai tanggapan dari berbagai pihak dan menyebut bahwa pemerintah tidak peka terhadap kondisi saat ini.

Politikus PDI Perjuangan Aria Bima mempunyai pandangan berbeda terkait masuknya WNA tersebut. Menurutnya ada ketentuan-ketentuan khusus yang sudah disepakati antarnegara sehingga warga asing bisa masuk ke Indonesia.

"Semua ada protokolernya, warga asing masuk ke sini (Indonesia), warga kita (juga) boleh masuk ke negara mereka. Ada ketentuan di masing-masing negara, negara sudah menyepakati yang sama," ujar Aria Bima kepada wartawan di Solo melalui temu virtual, Selasa (11/5/2021) malam.

Menurutnya, ada ketergantungan negara yang cukup kuat sehingga masuknya WNA tidak bisa dihindari. Dia mencontohkan, seperti halnya dulu Indonesia juga pernah ketergantungan dengan India sebagai penyuplai bahan baku vitamin C.

"Kemudian India menutup, sehingga menjadi kesulitan (bahan baku). (Dengan China) ini ada ketergantungan masker, serta alat-alat kesehatan kita masih tergantung. Dan tidak mungkin kita mengambil sikap seperti China ataupun Vietnam," ucapnya.

Aria Bima juga mengatakan, bahwa polemik masuknya puluhan WNA itu tidak bisa disandingkan dengan kebijakan larangan mudik. Larangan mudikadalah sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Corona.

"Menurut saya, (diperbolehkan masuk) WNA ini tidak bisa dipersandingkan dengan larangan mudik. Semua tahu kalau naik kereta api, bus, pesawat itu waspada betul. Karena itu penyebarannya di situ," urainya.

Dan jika sampai ada 1,5 juta orang mudik maka potensi penyebaran virus Corona juga akan sangat besar. Dan negara bisa saja akan kewalahan untuk mengatasi ledakan kasus yang bisa terjadi tersebut.

"Jujur tidak mampu kalau 1,5 juta orang mudik 75 ribu kena saja sudah buyar semuanya. Kalau 1,5 juta kumpul, satu orang ketemu 5 orang, bisa menularkan ke 4,5 juta orang. Memang kita belum bisa men-swab-kan semua warga, tindakan yang paling tepat mengurangi sekecil mungkin kerumunan," pungkas Aria Bima.

Lihat juga video 'Penjelasan Imigrasi Soal Video WNA China Tiba di Bandara Soetta':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)